oleh

Massa Aksi 212 Sebut Menkeu Sibuk Tarik Pajak Sendal Jepit

Jakarta, TribunAsia.com – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Edi Mulyadi mengatakan pemerintah sedang getol mencari pendapatan untuk pemasukan negara. Menurut dia, bahkan mulai dari kuliner mendatang knalpot kendaraan bermotor juga akan dipungut pajak.

“Fastfood kena pajak, disamsat tiap tahun kena pajak sebentar lagi knalpot kena pajak,” ujar Sekretaris Jenderal GNPF saat menggelar aksi 212 di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta pada Jum’at (21/2/2020).

Ia menambahkan, saat ini Menteri Keuangan, Sri Mulyani tengah sibuk memburu pajak termasuk sendal jepit dan produk kebutuhan rumah tangga diincar pajaknya.

“Omnibus Law nggk kena pajak, menteri keuangan kita sibuk majakin sendal jepit dan majakin shampoo,” ucap Edi dihadapan massa aksi.

Namun, Jati orator perwakilan dari Padang, Sumatera Barat turut menyuarakan agar koruptor di negeri ini segera tobat. Selain itu dia juga mengkritisi kenaikan LPG dan tarif dasar listrik.

“Kami minta korupsi itu tobat. Naik-naik LPG naik tinggi-tinggi sekali. Naik-naik listrik naik kiri kanan kulihat saja banyak rakyat sengsara,” sebutnya melalui yel-yel dengan pengeras suara.

Dalam kesempatan aksi tersebut, dia menyampaikan kabinet Menteri dibawah Jokowi Widodo-Ma’ruf Amin mencari duit melalui layanan aplikasi Gojek seperti Go-Pay.

Uniknya, diutarakan orator tersebut bisa jadi kata dia ke toilet umum bayar menggunakan aplikasi Gojek. Akan tetapi, dia juga menyebutkan mendatang biaya pendidikan dibayar menggunakan mata uang dollar.

“SPP pakai apa dollar. Menteri nyari duit pake apa Gopay besok ke WC pakai Gopay,” tandas Mujahidin 212. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *