oleh

FKRW Jatinegara Minta Pelaksana Pembangunan SMKN 71 Perhatikan Dampak Lingkungan

Jakarta, TribunAsia.com – Forum Komunikasi Rukun Warga (FKRW) Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur menjelaskan perihal aksi warga demo didepan SMKN 71 tak lain agar aspirasi warga didengar oleh kontraktor.

Menurut Irianto, seharusnya pengembangan memperhatikan dampak lingkungan terutama saat ini di musim penghujan aliran air warga meluap dan mengakibatkan banjir.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Seharus pihak pengembang atau pelaksana lapangan SMKN 71 lebih dahulu mementingkan aspirasi warga sekitar. Memperhitungkan dampak negatif dari pelaksanaan pembangunan sekolah SMKN 71,” ujarnya di Jalan Pengarengan, Cakung Jaktim, Sabtu (22/2/2020).

Diutarakan dia, sebelumnya kerusakan fasilitas umum disekitar pembangunan sekolah telah dilayangkan ke pihak kontraktor. Alat berat kerap lalu lalang sepanjang diduga menjadi pemicu kerusakan jalan dan saluran air warga terhambat.

Warga bersama pengurus lingkungan pun telah memberikan masukan akan dampak hal tersebut terutama kini intensitas hujan cukup tinggi. Diketahui, selama pembangunan sekolah berlangsung proyek dikerjakan dibawah naungan bendera BUMN yaitu PT Brantas Abipraya.

Baca Juga : Warga Pulo Jahe Demo Pembangunan SMKN 71 Jaktim Menuntut Perbaikan Fasum yang Rusak

“Beberapa warga sekitar bersama pengurus RT, RW, dan LMK sudah menyampaikan masukan agar saluran air tetap terjaga dengan baik mengingat sekarang ini musim hujan,” tutur pengurus RW itu.

Masih dalam keterangan Irianto, “Semenjak dilaksanakannya pembangunan SMKN 71 dan tertutupnya saluran air yang mengarah ke kali Buaran tertutup akibat lintasan alat berat yang keluar masuk,” ungkapnya.

Kendati demikian, pembangunan SMKN 71 yang berada di Pulo Jahe, Kelurahan Jatinegara sempat merendam sebagian pemukiman warga RW 14. Terlebih, banjir pun melebar hingga sepanjang Jalan KRT Radjiman Widyodiningrat.

“Sehingga mengakibatkan banjir d lingkungan RT 004, 005, 007, 012 RW 014. Bahkan sampai mengakibatkan terjadi genangan air di jalan Radjiman,” kata Ketua FKRW.

Dialog sempat terjadi antara kontraktor maupun warga sekitar yang disaksikan langsung oleh Lurah Jatinegara, Slamet Sihabudin dan dipusatkan di kantor RW 14.

Demo penolakan pembangunan sekolah tersebut membuahkan kesepakatan, diantara perbaikan fasilitas umum dan bangunan rumah milik warga yang rusak segera direnovasi kembali.

“Nanti siapa yang bisa dihubungi sebetulnya kita hanya butuh komunikasi. Sebetulnya kita nggak menghambat sehingga hari ini tersampaikan aspirasinya,” sebut M. Sodri Ketua RW14 bersama Nurmanto pengurus RW seksi pembangunan.

“Kita harapkan tadi pagi (aksi demo) kedua pihak setuju pihak kontraktor bersedia memperbaiki kanopi yang rusak akibat kendaraan proyek,” sambungnya lagi.

Albert dan Faisal selaku kontraktor SMKN 71 kala itu juga menjelaskan poses pembangunan sekolah yang akan rampung rencananya akan melakukan serah terima kepada pihak sekolah.

Lantas, dia berharap mendatang saat serah terima berlangsung Albert meminta untuk tidak ada upaya penghambatan dari warga sekitar.

“Inikan hari Senin serah terima saya tidak mau ada penghambatan nanti,” tandas pria dengan jaket hitam. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *