oleh

Ketua Umum Serikat Pekerja Danone Aqua Group Menjadi Terdakwa di PN Jaktim

Jakarta, TribunAsia.com – Pengurus Pusat Serikat Pekerja Danone Aqua Group (SPDAG), Rahman Samsudin selaku Ketua Umum SPDAG jalani persidangan di PN Jakarta Timur. Saat ini, Rahman Samsudin yang merupakan Ketua Umum disebuah organisasi buruh tersebut merinci, dia sempat memperoleh suara terbanyak dibandingkan calon lainnya.

Perlu diketahui, dia menjabat sebagai pimpinan buruh yang berada di Kawasan Industri Pulo Gadung Jalan Pulo Lentut, Jakarta Timur. Lebih lanjut, dalam perkara keuangan organisasi internal yang menjeratnya Rahman menjelaskan merupakan bagian dari penjegalan dirinya dan mencari celah kesalahannya sebagai Ketum.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Berawal dari sejarah organisasi yang biasanya pemilihan ketua umum melalui voting. Kemudian terjadilah voting dan lahirlah saya (Ketum). Saya hanya menang suara cara logika pasti dicarilah kesalahan saya,” kata terdakwa yang dijerat Pasal 374 dan 372 KUHP di PN Jaktim, Senin (17/2/2020).

Bahkan, dikatakan Rahman Samsudin, dia dikudeta secara paksa dan telah mengeluarkan surat untuk musyawarah nasional luar biasa (munaslub).

“Iya saya dikudeta secara paksa bahkan saya sudah mengeluarkan surat untuk munaslub, cuma hanya tanggal yang dia percepat,” tandasnya.

Rincian keuangan di organisasi SPDAG yang diutarakan Ketum itu telah disetujui oleh sekretaris dan bendahara. Ia menambahkan, keluar serta masuk uang organisasi bukan dilakukan oleh dirinya.

“Karena ada saya lihat keterlambatan ke rincian (keuangan) dan operasionalnya transfer ke saya mereka sekretaris dan bendahara yang mengeluarkan bukan saya. Secara langsung mereka yang mengeluarkan dari cek bendahara sekjen dan mereka tahu sebenarnya,” tegasnya.

Kemudian, perkara yang dihadapi dia merupakan unsur politis. Sebab, saat terdakwa memimpin organisasi berbagai kesalahan dicari-cari untuk menjatuhkan dirinya.

“Politis karena semua organisasi ada kelemahannya dan gampang mencari kelemahan orang,” sambungnya.

Sejumlah uang dengan nominal Rp 1 miliar lebih diungkapkan dalam persidangan oleh saksi-saksi yang tak lain anggota buruh itu untuk kepentingan pengurus di sebagai daerah di Indonesia.

“1 miliar 77 juta 62 ribu itu untuk dana PC dan PD seluruh Indonesia,” ujar bendahara yang mengenakan kerudung hitam.

Duduk selaku jaksa penuntut umum (JPU), dalam kesempatan itu dihadiri oleh Nugraha, SH.

Dalam persidangan, sejumlah pengurus organisasi dicecar majelis hakim perihal AD/RT organisasi dan pengelolaan keuangan organisasi tersebut. Dalam kesaksiannya, pengurus SPDAG mengatakan peminjaman sejumlah uang organisasi sempat terjadi diluar agenda kepentingan organisasi.

“Yang jelas keterangan saudara sesuai lampiran. Tidak menyangkut ke sekretaris dan bendahara terkait dengan penggunaan uang lainnya,” ujar Sutikna selaku pimpinan sidang dengan didampingi Muarif dan Alex Adam Faisal. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *