oleh

Gunjang-Gunjing Pilkada Depok 2020: Golkar Dekati PKS tuk Imbangi Poros ‘Betawi Ngoempoel’ dan Poros ‘UKM’

Depok, TribunAsia.com – KPU sudah tebarkan pemberitahuan bahwa Pilkada serempak di sejumlah provinsi, kebupatian, dan kota di Indonesia tahun 2020 sudah dimulai. Demikian pula Pilkada Kota Depok. Jelang pencoblosan pada 23 September 2020 nanti. Semarak hasrat partai politik memenangkan politikusnya mulai membara untuk kewalian kota periode 2021-2026.

Kini, parpol yang ‘duduki 50 kursi’ legislatif di DPRD Kota Depok mulai lasak berstrategi demi rebut kursi wakil dan wali Kota Depok.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Setelah sebelumnya, muncul dua poros atau dua koalisi ‘Betawi Ngoempoel’ dan poros ‘urutan kecil menengah’ (UKM), tampak tak sudi ketinggalan punya kawan politis seiring, PKS dan Golkar pun mencoba jajaki peluang asa bersama.

Poros ‘Betawi Ngoempoel’ itu berisi Gerindra dan PDIP yang vis a vis dengan poros parpol ‘UKM’ dalam pakatan PAN, Demokrat, PKB, dan PPP.

Ketua Tim Pemenangan PKS Kota Depok Teuku Muhammad Yusufsyah Putra menyatakan, walau dapat majukan calonnya sendiri dengan 12 kursi namun, partainya riskan bertarung sendirian. PKS menjajaki berbagai peluang koalisi dengan partai lain yaitu Golkar. Kedua petinggi tingkat kota partai ini pun sudah saling berkunjung ‘bawa talam’ ke alamat masing-masing.

Teranyar, Kemarin Rabu malam (12/2), Ketua DPD Ketua Golkar, Farabi El Fouz dengan jajarannya menamukan diri ke Kantor DPW PKS Kota Depok di Jalan Belimbing, Margonda, Beji, Kota Depok.

“Kami mencoba saling silaturahim ya, membuka peluang, walaupun PKS sudah bisa mengusung calonnya sendiri dengan 12 kursi,” jelas Putra kepada wartawan di Hotel Bumi Wiyata, Jalan Raya Margonda, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (13/2/2020).

Putra berdalil, membuka peluang berporos bersama dengan Golkar ini dengan dalih ingin membangun wilayah dalam kebersamaan.

Putra, Sekretaris DPW PKS yang juga Ketua DPRD Kota Depok ini bersuara bahwa partainya tetap menghormati proses internalisasi di Golkar. Sebagaimana pula harapnya bahwa partai kuning ini juga tak mengintervensi pemilu raya internal yang telah mengasilkan tiga kader terkuat untuk diusulkan jadi kandidat wali kota kepada DPP PKS.

“Kami fokus dengan tiga kader, sedangkan Golkar dengan Pak Farabi,” kata Putra sembari beri sinyal PKS kukuh pilih posisi sebagai wali. Sedangkan parpol yang berharap jadi kawan-seiring dengan partai putih ini sadar akan kebagian jatah wakil wali.

Mareka, jagoan Pemira PKS tersebut itu yakni Imam Budi Hartono (Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat), Moh. Hafid Nasir (Ketua DPD PKS Depok/Anggota DPRD Kota Depok) dan T. Farida Rachmayanti (Anggota DPRD Kota Depok).

Pun, demikian, selain Golkar, PKS tetap masih terbuka berkoalisi dengan parpol lain yang berminat. Sebab hingga sekarang, PKS sama sekali belum ada mendeklarasikan berporos dengan parpol apa saja. “Kami masih jajaki semua, dengan Golkar, Demokrat atau lain-lainnya,” lanjut dia.

Maksud membawa talam politisnya ini, Farabi El Fouz di sesi sambutannya tebar pujian dengan banyaknya kesamaan antara kedua parpol ini. Sebutnya, Golkar dan PKS sama-sama partai kader berjiwa militansi yang sama-sama kuat. Selain itu juga punya ‘akar-rumput yang sama kukuh pula yang menyerabut merambah ke pelbagai kalangan.

“Golkar yang dulu berpuluh tahun berkuasa, sampai kini masih punya pemilih yang loyal sampai ke tingkat kelurahan,” tegas El Fouz.

Farab siratkan pada pandai dan lenturnya politisi Golkar bermanuver politik. Parpol beringin ini adalah partai yang dinamis. Dapat menyesuaikan dengan kondisi yang ada, sehingga tetap bisa bertahan di posisi yang kuat sampai saat ini.

”Akar beringin masih sangat kuat, sehingga tidak mudah goyang sampai saat ini,” katanya.

Warga Kota Depok berikan beragam pendapat tentang isue berkoalisinya PKS dengan Golkar ini.

“Tunggu apalagi. Cakep nih kalau PKS dengan Golkar gabung menandakan berakhirnya kemesraan Gerindra dengan PKS. Mungkin saja Farabi jadi Balon wakil wali kotanya,” jawab Wahyu.

“Keknya semua poros-porosan parpol yang ada ini masih rapuh. Ini semua masih saling baca dan saling intai,’ sebut Hansen Sitompul, seorang simpatisan politik. (HIRA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *