oleh

6 Pesan Masjid Akrab dengan Jemaah

TribunAsia.com

SAMPAIKAN PESAN INI KEPADA PENGURUS MASJID

Pesan pertama

(Menutup tetapi tidak mengunci),

agar engkau tidak malu di hadapan Allah yang membukakan pintu rizki dan ampunan-Nya untuk kita semua setiap waktu.’

Barangkali ada saudara kita yang ingin beri’tikaf malam atau bertahajjud dan pintu masjid yg dijaga oleh ta’mir tetap terbuka.

 

Pesan ke 2

jangan pernah engkau tulis ‘Dilarang Tidur di Masjid‘

Anda tidak tahu ada beberapa musafir yg sama sekali tidak punya uang unt menginap di hotel /penginapan. Akibatnya di lantai depan masjid-lah mereka mengistirahatkan kepenatannya.

Setidaknya, sediakan karpet di teras masjid…

 

Pesan ke 3,

jangan pernah engkau tulis ‘Selain jamaah masjid dilarang menggunakan toilet” atau “Toilet Bukan Untuk Mandi‘

Mengapa begitu perhitungannya kita dgn musafir, hanya menumpang buang air kecil pun atau unt membersihkan diri harus dicegah? Padahal ceramah Khatib mengatakan “kebersihan sebagian dari iman”.

 

Pesan ke 4

jangan pernah engkau tulis Jangan membawa anak kecil” atau berkata “Huss… jangan brisik!”

Ketahuilah anak² kecil itulah yang akan menjadi penerus kita nanti sebagai pemakmur masjid, baik selagi kita masih hidup maupun setelah kita wafat. Biasakanlah anak-anak kita dengan masjid.

 

Pesan ke 5

‘Bangunlah masjidmu senyaman mungkin, karena masjid bukan hanya sekedar tempat bersujud‘ tetapi bisa digunakan untuk bermusyawarah, mengurusi masalah umat, menimba ilmu serta menenangkan hati dan mengistirahatkan dzahir dan batin kita.

 

Pesan ke 6

‘Jangan bangga dengan jumlah infak yg ratusan juta tetapi tidak digunakan untuk kemakmuran masjid’.

 

Ingatlah! Orang berinfak ke masjid itu berharap pahala jariyah. Bagaimana mereka akan mendapatkan pahala amal jariyah dan Anda mendapatkan pahala menjaga amanahnya, sedangkan uang infak mereka tidak kamu gunakan? Sebaliknya Anda justru menyimpan uang kas masjid di bank yang boleh jadi dinikmati oleh para kapitalis kafir.

Apakah Anda tahu, boleh jadi di sekitar masjid ada warga yang terjerat rentenir demi memulai usaha mikro atau usaha kecil?

Permudahlah setiap orang yang mampir ke masjid

Barangkali karena amal kecil itu bisa menjadi sebab dirimu masuk ke surgaNya Allah…

Bagaimana mungkin Anda menyebut masjid itu “Rumah Allah” sedangkan Anda atur buka dan tutupnya laksana gudang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *