oleh

Koalisi Hatta Rajasa dan Asman Abnur Menangkan Zulhas

Kendari, TribunAsia.com – Terpilihnya Zulkifli Hasan sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) periode 2020-2025, tidak terlepas dari peran mantan Ketua Umum PAN, Hatta Rajasa dan Asman Abnur.

Diketahui, Asman Abnur mundur dari pencalonan ketua umum partai berlambang matahari itu menjelang pemilihan. Kemudian pendukungnya yang mempunyai hak suara dialihkan untuk memilih Zulkifli Hasan.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Jika Asman Abnur tidak mengundurkan diri dari pencalonan pada saat menyampaikan visi dan misi, maka harapan Zulkifli untuk menang sangat tipis karena suara terpecah. Lantas apakah ada kesepakatan atau deal-dealan antara Zulkifli Hasan dengan Asman Abnur yang mundur dari pencalonan sebelum pemilihan atau pemungutan suara?

Berdasarkan informasi yang dihimpun, apabila Asman Abnur tidak mengundurkan diri sebagai Caketum, maka yang akan memenangkan perhelatan pemilihan orang nomor satu di PAN adalah Mulfachri Harahap yang didukung pendiri PAN, Amien Rais.

Diketahui, dalam pemilihan di Kongres V PAN, Zulkifli Hasan memperoleh 331 suara dan disusul Mulfachri Harahap sebanyak 225 suara serta Drajad Wibowo hanya mendapatkan 6 suara. Kemudian suara tidak ada sah 3.

Dalam pidatonya, Zulkifli Hasan menyatakan bahwa kemenangan dirinya sebagai ketua umum PAN terpilih berkat kerja keras yang dilakukan para pendukungnya seperti konsolidasi kepada sejumlah pengurus DPD dan DPW di seluruh Indonesia.

Zulkifli Hasan atau yang biasa disapa Zulhas ini tidak menjelaskan secara lebih detail soal adanya dukungan dari Asman Abnur. Padahal mantan Caketum itu mendapat dukungan dari Hatta Rajasa yang notabene pernah menahkodai partai berlambang matahari.

“Ya saya cuma satu, ada Yandri Susanto ini luar biasa kerjanya. Ada mas Hasrul, mas Totok Daryanto, yang siang malam, dan teman-teman di wilayah (DPD-DPW) itu luar biasa pekerjaannya,” kata Zulhas di lokasi Kongres di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) Rabu (12/2/2020).

Dalam pidato penutupan Kongres ke- 5 PAN, Zulhas selalu memuji Hatta Rajasa yang juga mantan Ketua Umum PAN itu yang pertama kali meminta Zulkifli mencalonkan sebagai caleg dari dapil Lampung.

“Bang Hatta (Hatta Rajasa) yang saya cintai, saya hormati. Insya Allah sebetulnya berada di partai ini. Dulu saya juga nggak tertarik caleg mencaleg, backgroundnya kan saya pengusaha. Tapi di minta bang Hatta maju ke lampung karena nanti kalau nggak maju, tidak dapat DPR dari Lampung,” ujar Zulhas.

Peran Hatta Rajasa bagi karier politik Zulhas sangat berpengaruh, dimulai ketika mengikuti Kongres di Semarang, mantan Ketua MPR itu diminta menjadi Sekjen DPP. Pernyataan Zulhas menyinggung soal putra Amien Rais, yakni Hanafi Rais yang menginginkan menjadi Sekjen seandainya Mulfachri Harahap memenangkan pertarungan memperebutkan kursi ketua umum.

“Sudah jadi anggota DPR, Kongres kita di Semarang, akhirnya saya diminta jadi sekjen atas permintaan pak Hatta. Padahal saya ditanya pak Amien (Amien Rais), waktu itu panik saya, mau jadi apa? Wasekjen saja udah ketinggian. Jadi memang nggak ada target menjadi Sekjen. Karena menjadi wakil sekjen sudah ketinggian,” paparnya.

Kemudian setelah menjadi Sekjen DPP PAN, dirinya diperintahkan oleh Hatta Rajasa menjadi Ketua fraksi di DPR RI, dengan mengikuti jejak mantan Menko Perekonomian di era Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Jalan saja mengalir saudara-saudara, terus, kita dukung pilpres menang. Habis itu saya jadi Menteri Kehutanan. Meski saya nggak pernah sekolah kehutanan, itu zaman pak SBY,” jelasnya.

Dulu Zulhas dengan Hatta Rajasa menjadi lawan saat Kongres ke- 4 PAN di Bali untuk memperebutkan kursi Ketua Umum. Dan Zulkifli yang terpilih dengan selisih 6 suara. Saat Kongres ke-5 di Kendari, berubah menjadi bersatu. Dalam politik tidak ada kawan yang abadi, yang ada hanya semua kepentingan.

“Oleh karena itu saya dengan bang Hatta itu, Insya Allah akan selalu jadi hamba Allah yang paling bersyukur. Dan sebetulnya saya dan pak Hatta tak bisa dipisahkan. Kalau teman-teman mau tahu, setelah kongres juga saya rutin datang aja. pak Hatta mau cemberut mau marah saya nggak peduli. Begitulah saudara-saudara persahabatan,” tuturnya.

“Saya bahagia bersama pak Hatta lagi, kita akan keliling nanti, untuk membesarkan partai kita. Sehingga sungguh-sungguh menjadi partai besar,” sambungnya.

Selain Hatta, Zulhas juga menyebutkan nama Asman Abnur yang sempat menjadi penantang dalam pemilihan ketua umum, akan tetapi gagal alias kandas setelah mengundurkan di injury time pada saat membacakan visi dan misi seorang calon.

“Pak Asman yang saya cintai, dan semua sajalah seperti SC OC, ketua DPW ini pahlawan-pahlawan partai, kader partai yang hadir. Sama pak Hatta, saya juga ditanya wartawan bagaimana setelah terpilih jadi ketua partai?,” kata Zulhas.

“Saya bilang apalah awak ini, saya sendirian tidak mungkin bisa berkompetisi di kongres ini, tanpa peran kawan-kawan Ndak mungkin. Tadi juga pak Hatta mengatakan bahwa semua dari tetesan keringat kawan-kawan, yang berjuang luar biasa. Jadi kalau apresiasi award, berikan pada kader yang ada di sini semuanya,” tandasnya.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *