oleh

Pradi : Sekolah yang Pelajarnya Sering Tawuran Dapat Dicabut Izin Operasional

Depok, TribunAsia.com – Peristiwa tawuran antar pelajar SMK yang kerap jatuh korban jiwa di Kota Depok meresahkan orangtua. Pemkot Depok, sedang melakukan evaluasi dapat mencabut izin operasional sekolah tersebut.

“Kami sudah punya langkah-langkah strategis antisipasi tawuran pelajar ini. Dapat berupa sanksi kepada sekolah yang bersangkutan. Telah dilakukan evaluasi kepada sekolah tersebut,” ujar Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna di Mapolres Metro Depok dalam kunjungan acara pisah-sambut Wakapolres Metro Depok dari Kombes Pol Arya Permana kepada AKBP Hari Setyo Budi, Selasa (11/2/2020).

Pradi sebut, sudah berkoordinasi dengan Polres dan Kodim 0508. Dia juga berpesan kepada masyarakat untuk memantau dan menginformasi aktivitas pelajar di media sosial yang mengundang tawuran pelajar.

Sebelumnya, 30 Januari 2020, seorang pelajar SMK swasta di Pancoran Mas, MN (17) tewas dalam tawuran antar pelajar di Jalan Raya Muchtar, Sawangan, Kota Depok.

Polisi masih mengejar pelaku pembacokan yang terjadi malam hari sekira pukul 19.00 WIB, Kamis 30 Januari 2029. MN derita luka parah di bagian leher dan bagian tubuh lainnya. Disebutkan Kapolresta Depok masih menyelidiki dan mengejar pelaku.

“Korban meninggal akibat menderita luka di bagian leher dan kaki karena senjata tajam. Saat ini korban dilakukan visum untuk diketahui penyebab kematian,” kata Azis Andriansyah, Jumat (30/1/2020). (##)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *