oleh

Penangkal Hoax di Pilkada Kota Depok 2020

Depok, TribunAsia.com – Kinerja Bawaslu Kota Depok dituntut lebih kuat dalam mengontrol pelaksanaan Pilkada Kota Depok tahun 2020 ini. Dari pengamatan, ada tiga pejabat tinggi Kota Depok yang berpeluang jadi bakal calon (balon) potensial Wali Kota Depok. Mereka ialah dua petahana Wali Kota Muhammad Idris, Wakil Wali Kota Pradi Supriatna, dan Sekda Hardiono.

Hal ini diungkapkan Ketua Bawaslu Kota Depok Luli Barlini dalam diskusi ‘Peran Jurnalis dalam Menangkal Berita Hoax dan Memberikan Pemberitaan yang Objektif di Pilkada Kota Depok’.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Barlini mengatakan, dengan potensi tampilnya tiga pejabat ini maka pengawasan kepada netralitas ASN lebih ditingkatkan. Luli Barlini juga sinyalirkan wartawan bertanggung-jawab dan objektif dalam pemberitaan pilkada dan mengindari berita hoax atau kebohongan.

“Kita semua harus bertanggung-jawab terhadap pilkada yang aman dan damai,” ujarnya seperti dilaporkan TribunAsia.com, Selasa, (5/2/2020).

Diskusi ini tampilkan narasumber Ketua Bawaslu Kota Depok Luli Barlini, Komisioner KPU Kota Depok Mahadi Rahman, Kanit Krimsus Polres Metro Depok AKP Firdaus, Analis Medis Massa Imam Solehudin, di JPW Cafe Jalan Boulevard, GDC Kota Depok, Selasa (5/2/2020).

Menangkal hoax AKP Firdaus sebut, Polres Metro Depok membentuk Team Cyber Troop untuk memantau dan menindak pelaku kebohongan.

“Hoax ini cepat dan banyak tersebar melalui jejaring sosial internet. Jadi, masyarakat harus cerdas dan punya sikap mengecek dan verifikasi terlebih dulu informasi didapat sehingga tidak jadi korban hoax. Tapi, perlu diingat, selain jadi korban maka sekaligus menjadi pelaku bila ikut menyebar kembali informasi yang diragukan kebenarannya,” ungkapnya.

Sedangkan Komisioner KPU Mahadi Rahmat menyoroti fenomena ada perbedaan antara kampanye negatif dengan kampanye hitam.

“KPU akan mengawasi pada pelbagai kampanye di pilkada ini. Kerjasama dengan pers dengan cara terus menyampaikan pelbagai informasi untuk publik melalui wartawan sehingga masyarakat mendapatkan informasi soal pilkada ini dari sumber utama dengan wartawan yang profesional,” sebut Mahadi.

Kemudian Imam Solehudin, analis media massa ini, berkaitan pemberitaan Pilkada Kota Depok 2020 yang sudah dimulai dalam tahapan awal ini, berpesan wartawan melakukan verifikasi langsung langsung kepada narasumber yang terkait dan berkompeten sehingga keakuratan pemberitaan terjaga.

“Perlu diingat bahwa hoax berpotensi konflik masyarakat. Pers punya tanggung jawab memverifikasi dengan mencari data dan fakta langsung ke sumber utama. Wartawan juga perlu meningkatkan literasi yang luas dari pelbagai sumber,” jelas Imam. (HIRA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *