oleh

Gaji, Pensiun dan Kompensasi Belum Dibayar Perusahaan, Karyawan Temui Mantan Direktur Keuangan

Jakarta, TribunAsia.com – Karyawan PT. Benakat Barat Petroleum keluhkan gaji, pesangon dan kompensasi akibat dari dari pemutusan kontrak kerja antara PT. Pertamina EP dengan PT. Benakat Barat Petroleum sebagai holding.

Eks General Manager, Bambang Sadarta yang telah memasuki pensiun di PT. Benakat Barat Petroleum sejak bulan Desember tahun 2015 hingga kini belum mendapatkan hak-hak masa pensiun. Kerjasama dengan PT. Pertamina diantaranya untuk meningkatkan produksi.

“Saya merasakan pensiun blum dinikmati klo temen-temen ini lima setengah bulan gaji belum dibayarkan PT. Benakat Barat Petroleum pihak manajemen tidak ada uang,” keluh karyawan yang belum menerima uang pensiun itu kepada TribunAsia.com di Mega Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2020).

Kata dia, KSO (kerja sama operasi) dengan PT. Pertamina dan PT. Benakat Barat Petroleum (BBP). Dia menjelaskan, dalam hal ini PT. Benakat Barat Petroleum bertanggung jawab terhadap gaji, pesangon dan kompensasi karyawan.

Baca Juga : Sanggahan PT. Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk pada Pemberitaan TribunAsia.com

“Karena uang hasil migas dijual ke Pertamina tetapi belum bisa dicairkan sampai sekarang. Tetapi menurut saya kalau KSO bertanggung jawab 50 persen,” kata dia.

Kerjasama pengeboran sumur minyak dengan PT. Pertamina berada di Pendopo Sumatera bagian Selatan atau saat ini terdapat di Kabupaten Pali, Sumatera Selatan.

Sementara, Syarif Adib selaku tim Kuasa dari sejumlah karyawan PT. Benakat Barat Petroleum menuntut tanggung jawab pihak-pihak terkait karena hak-hak karyawan yang belum terpenuhi sejak bulan November 2015 sampai bulan Mei 2019.

“Jadi kita minta outstanding gaji, JHT (jaminan hari tua) yang belum disetorkan November 2015, Mei 2019 terus medical reimburse (penggantian biaya) dan pesangon atau pensiun yang kita tuntut semua,” ujarnya.

Ia menambahkan, hari Rabu tanggal 5 Februari 2020 pihak karyawan sempat menemui mantan Direktur Keuangan, Michael Wong dan menjelaskan keluhan yang terjadi di PT. Benakat Barat Petroleum.

Dalam kesempatan dialog tersebut, kata Syarif dia mengilustrasikan permasalahan hak-hak karyawan yang tersendat itu dan ingin segera diselesaikan dengan baik.

“Michael Wong dulu Direktur Keuangan di PT Benakat Barat Petroleum. Secara garis besar dia mengerti kondisi kita (karyawan) dimerasa ini bukan tanggung jawab BBP karena PT Mitra Investindo, Tbk itu dia memiliki investasi 48 persen kalau BPE (Benakat Petroleum Energi) 52 persen,” tegasnya.

Perlu diketahui, diperkirakan tercatat sekitar 37 orang karyawan belum menerima gaji, pensiun maupun kompensasi dari perusahaan tersebut. Setelah bertemu dengan mantan Direktur Keuangan PT. Benakat Barat Petroleum kemudian perwakilan karyawan kembali menyambangi kantor Pusat PT. Benakat Petroleum Energy di bilangan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *