oleh

Senandung Elegi 4 Tahun Kematian Mahasiswa UI, Akseyna di Danau Kenanga yang Senyap Dirundung Misteri

Depok, TribunAsia.com – Elegi kematian Akseyna Ahad Dori, mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (MIPA UI) terus mengusik rasa keadilan dan kenyamanan. Kenangan nestapa empat tahun yang lalu itu, pada hari-hari belakangan ini kembali marak disenandungkan pers yang mengusik memori.

Walaupun tidak menaruh perhatian khusus pada kasus ini, Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro berharap misteri terbunuhnya mahasiswa empat tahun yang lalu ini dapat terungkap.

Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro. (Foto : TribunAsia.com/HIRA)

Akseyna Ahad Dori yang berprestasi bidang bioteknologi ini ditemukan tewas di Danau Kenanga di samping Gedung Rektorat UI Kamis pagi, (26/3/2015) hingga sekarang, kasus ini masih jadi misteri besar.

Setelah ditemukan pertama kali oleh seorang mahasiswa yang melintas di jalan setapak sepi iru, maka, dari olah TKP aparat Polda Metro Jaya ketika itu, ditemukan bekas jejak seretan sepatu Akseyna di tanah tepian mengarah ke danau. Anehnya, selain itu juga ada bongkahan konblok dalam ransel di punggung mayat Akseyna. Hal ini menjadi tanda tanya besar. Mengapa lelaki pendiam ini kuliah membawa bebatuan dalam tas ranselnya? Bukan buku seperti lazimnya pekuliah lainya.

Ari Kuncoro yang menjadi rektor UI pada 4 Desember 2020 setelah serah terima dari rektor sebelumnya Muhammad Anis mengatakan, soal perungkapan kasus Akseyna ini tidak menjadi pembahasan rektorat.

“Kami tidak membahasnya (soal Akseyna). Kami hanya membicarakan soal akademik saja. Kami ini sebagai warga negara saja. Hanya menunggu hasil dari Kepolisian. Paling tidak kita perlu mengetahui lah, sebab banyak hal yang tidak terungkap,” ujar Ari Kuncoro di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIPB) UI, Senin (4/2/2020).

Sejak menjabat rektor pun, mantan Dekan Fakultas Ekonomi UI tidak pula menanyakan perihal perkembangan kasus ini kepada Kepolisian. Ari mengikuti perkembangan sekitaran kasus putra dari pengajar di Akademi Militer Angkatan Laut Kolonel Mardoto ini dari pemberitaan media massa.

Tapi, sedari awal Ari sudah mengetahuinya sebab ketika peristiwa itu terjadi, dia masih menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi UI. “Iya, saya tahu lah, waktu itu saya jadi Dekan Fakultas Ekonomi,” jawabnya.

Berlarutnya terungkap kematian Akseyna di Danau Kenanga mengundang keprihatinan mahasiswi UI. Ketika ditemui saat sedang melintas di trotoar Danau Kenangan, Fira dan Yolla, Mahasiswa semester VIII Fakultas Teknik ini mengaku prihatin mengapa kematian rekan sekampusnya ini belum terungkap.

Kedua mahasiswa UI yang prihatin belum terungkapnya kasus kamatian Akseyna Ahad Dori. (Foto : TribunAsia.com/HIRA)

“Kita bertanya-tanya mengapa belum terungkap. Kasihan,” jawab Yolla dan Fira senada.

Baru-baru ini, kepada pers, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan bahwa Polres Metro Depok mengangkat kembali dugaan penyebab kematian Akseyna Ahad Dori ini.

TKP pun sudah diolah kembali. Penyidik masih lakukan upaya penyelidikan. Dalam keterangannya, Kombes Pol Asep berkata, sudah ada 28 saksi yang diperiksa Polri dalam dugaan kasus pembunuhan itu.

Akseyna Ahad Dori merupakan mahasiswa Fakultas MIPA UI. Ia ditemukan tewas mengambang di Danau Kenanga UI pada Kamis, 26 Maret 2015 silam. Polisi awalnya menyimpulkan bahwa mahasiswa angkatan 2013 itu tewas bunuh diri. Namun belakangan kesimpulan itu diragukan karena ada sejumlah bukti yang mengindikasikan Akseyna dibunuh. Sayangnya polisi belum dapat mengungkap dugaan itu apalagi dugaan pelaku yang dicurigai. (HIRA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *