oleh

Lautan Umat Islam Akan Kembali Hadir di Bumi Magelang

TribunAsia.com

Oleh : Anang Imamuddin

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Masih segar dalam ingatan saya ketika ada aksi Bela Rohingya Kepung Borobudur pada bulan September 2017 yang lalu. Sudah tiga tahun berlalu, tetapi masih terasa getaran dan semangat umat islam yang hadir dari seluruh penjuru Indonesia di Masjid Annur Sawitan Magelang (1,5 km dari Candi Borobudur).

Aksi waktu itu terjadi karena pembantaian biadab saudara muslim di Rohingya Myanmar. Segenap umat islam melakukan aksi solidaritas dan doa bersama untuk mereka di Rohingya Myanmar.

Saya waktu itu di daulat menjadi koordinator aksi dengan beban dan tanggung jawab yang sangat berat. Mulai dari perijinan kepolisian sampai dengan antusiasme ribuan umat islam yang akan hadir.

Bahkan Kapolri waktu itu Bapak Tito Carnavian langsung mengatensi aksi solidaritas untuk rohingya dari tanah suci Mekkah karena beliau sedang melaksanakan ibadah haji. Untuk perijinan, utusan Kapolri langsung menemui saya di kediaman Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) Yogyakarta sehingga aksi tersebut diperbolehkan oleh Kapolri dengan ganti tema menjadi “Rahmatan Lil ‘Alamin dari Borobudur”.

Setelah diperbolehkan, maka selanjutnya Assop Kapolri yang waktu itu Bapak Iwan Bule datang cek lokasi aksi di Masjid Annur Sawitan Magelang bersama Kapolda Tjondro Kirono. Begitu hebat pengamanan dari pihat aparat POLRI serta TNI pada waktu aksi tersebut. Sekitar 3000 (tiga ribu) aparat dikerahkan dan melakukan blokade di semua jalur masuk ke Magelang.

Yang membuat saya terharu, menangis serta takjub adalah semangat dari semua umat islam untuk hadir. Meskipun dihalang-halangi bahkan ada yang diblokade untuk balik arah. Ada juga rombongan dari Jawa Timur yang bisnya di minta berhenti di perbatasan Jateng-DIY, akan tetapi mereka semua terus berjalan kaki menempuh puluhan kilo menuju masjid Annur Sawitan hanya untuk menyerahkan amanah amal dari jamaah yang tidak bisa hadir. Ada satu hal yang tidak terlupakan yaitu ketua umum Pemuda Muhammadiyah Bang Dahnil yang akan hadir dan harus menyeberangi sungai krasak dengan rombongan mobilnya. Alhamdulillah waktu itu dapat terkumpul dana sebesar Rp 224.000.000 (dua ratus dua puluh empat juta rupiah) yang selanjutnya kita kirimkan Rohingya Myanmar.

 

Mereka hadir untuk apa?? Mereka hadir mendapatkan apa??

Tidak ada yang diharapkan kecuali ingin memperkuat persaudaraan umat islam, berempati dengan saudara di Rohingya Myanmar dan tentunya hanya berharap ridho dari Allah SWT semata.

Sepertinya aksi besar umat islam ini akan kembali terulang. Ribuan umat islam Se-Pulau Jawa bahkan penjuru Indonesia akan kembali hadir di Masjid Annur Sawitan Magelang. Untuk meneguhkan kembali persatuan umat islam dan berempati terhadap kejadian perusakan mushola di Minahasa Utara.

Mereka akan hadir untuk sholat jumat bersama pada tanggal 7 Februari 2020. Selanjutnya akan melakukan DOA BERSAMA DAN PENGGALANGAN DANA UNTUK PEMBANGUNAN MASJID AL HIDAYAH MINAHASA UTARA (Mushola yang kemarin dirusak ijin sudah keluar dan akan menjadi masjid).

Maka dari itu, kepada semua umat islam dimanapun berada, mari kita mengukir sejarah persatuan umat islam untuk kemaslahatan umat bangsa serta negara dari Bumi Magelang, pusarnya Pulau Jawa, Paku Buminya Jagad.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *