oleh

SMA Labschool Jakarta Mengirim 35 Siswanya ke Universitas Harvard (HMUN)

Jakarta, TribunAsia.com – Konferensi simulasi sidang PBB tingkat SMA sedunia kembali digelar oleh Universitas Harvard. Simulasi sidang PBB di kampus ternama dunia tersebut dikenal dengan nama Harvard Model United Nations (HMUN).

Ajang kompetisi sidang PBB yang diadakan Universitas Harvard ini diselenggarakan pada 30 Januari-2 Februari 2020 di Hotel Sheraton, Boston, Massachusetts, Amerika Serikat. Tahun 2020 merupakan pelaksanaan HMUN ke-67.

Bagi para siswa di dunia, mengikuti HMUN merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Sebab, HMUN menjadi konferensi model simulasi sidang PBB tertua dan sangat bergengsi di level Internasional. Perlu diketahui, Suparno Sastro saat itu menjabat sebagai Kepala SMA Labschool Jakarta.

Penanggung jawab HMUN Labschool menyampaikan, “Terbukti dengan banyaknya jumlah peserta hingga mencapai 4.056 siswa, yang berasal dari 52 negara seantero dunia. Seperti Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Belanda, Turki, Bangladesh, Cina, India, Nigeria, Ethiopia, Rusia, Selandia Baru, dan Indonesia tentunya. Dan jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya,” jelas Satriwan dalam keterangan tertulis kepada TribunAsia.com, Minggu (2/2/2020).

Dari 52 negara yang berpartisipasi, Indonesia adalah salah satu negara yang berperan serta. Kali ini SMA Labschool Jakarta kembali menjadi satu-satunya sekolah nasional yang hadir memenuhi undangan Harvard.

“Tahun ini SMA Labschool Jakarta membawa 35 siswa menjadi delegasi HMUN. Para siswa pilihan tersebut sekarang sedang berlomba, berperan menjadi diplomat di antara ribuan siswa lainnya. Ini adalah kali ke-6 kami mengikuti HMUN,” imbuhnya.

Kemudian, dia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak PTRI (Perutusan Tetap Republik Indonesia) di PBB, New York , khususnya Dubes PTRI Dian T. Djani yang beberapa hari sebelumnya menerima kunjungan dan memberikan motivasi sekaligus inspirasi, bagaimana menjadi seorang diplomat di PBB kepada para siswa Labschool di Wisma PTRI, New York.

Para delegasi Labschool juga berkesempatan mengunjungi markas besar PBB di New York. Demikian keterangan disampaikan Suparno Sastro, Kepala SMA Labschool Jakarta yang memimpin delegasi sekolah, bersama Nuniek Qurniasih, Parno Supriatno, dan Doni Zain sebagai pendamping.

Sementara itu, dalam sambutannya di acara pembukaan, Esteban R. Flores selaku Sekretaris Jenderal HMUN 2020 menyampaikan bahwa dalam HMUN, panitia menantang para delegasi untuk memikirkan masalah yang muncul seputar pemerintahan dan PBB. Serta mencari solusi kreatif yang mungkin tidak tertangani dengan baik selama ini, tentunya dengan cara bijaksana.

“Tindakan positif sebagai seorang pemimpin Internasional, membayangkan dunia yang lebih baik dan bekerjasama dengan yang lain untuk mewujudkannya,” demikian ungkap mahasiswa Universitas Harvard ini.

Baginya HMUN menjadi lebih dari sekedar keahlian debat dan negosisasi yang akan diasah selama konferensi, namun yang paling penting adalah mewujudkan keseimbangan antara visi dan ambisi.

Di kesempatan yang sama, Sekjen PBB Antonio Guterrres dalam sambutan tertulisnya, menyampaikan bahwa saat ini warga dunia saling terhubung. Konflik, perusakan lingkungan, kemiskinan, dan ketidakadilan berdampak pada setiap orang.

“Kita harus bekerjasama untuk kemanusiaan bersama. Semua orang tua berharap anaknya mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Semua agama mengajarkan nilai-nilai perdamaian. Semua kelompok akan berkembang ketika mereka menghormati kemajemukan,” tandasnya.

Guterres berharap melalui HMUN ini para siswa belajar membangun koneksi, menjadi bagian dari upaya PBB menjaga perdamaian dunia, menjamin HAM, dan memungkinkan semua orang untuk hidup bermartabat. Dia juga menyinggung tentang upaya PBB dan semua negara di dunia untuk mencapai Agenda for Sustainable Development 2030. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *