oleh

Gonjang-Ganjing Pilkada 2020, Bawaslu Kota Depok ‘Salah Alamat’ Periksa Sekda Hardiono

Depok, TribunAsia.com – Bawaslu Kota Depok memeriksa Sekda Kota Depok Hardiono terkait spanduk-spanduk berisi foto dirinya yang terpasang di sejumlah lokasi di Kota Depok. Spanduk mengatasnamankan Masyarakat Madani Peduli Depok (Mama Pede) ini berisi pesan ajakan memilih pemimpin baru dan berpengalaman di bidang pemerintahan, pembangunan, dan birokrasi.

Menurut Ketua Bawaslu Luli Barlini, spanduk tersebut berisikan dukungan terhadap Hardiono menjadi Calon Wali Kota Depok dalam Pilkada Depok pada Tanggal 23 September 2020 nanti.

Pemeriksaan Hardiono di Kantor Bawaslu Jalan Nusantara Beji pada hari Jumat, 31 Januari 2020 ini berdasarkan laporan Panwaslu Kecamatan Beji dan Panwaslu Kecamatan Cimanggis. Hardiono langsung diperiksa oleh Ketua Bawaslu Luli Barlini.

“Spanduk itu terpasang mengatasnamakan sebuah komunitas masyarakat dengan nama Masyarakat Madani Peduli Depok (Mama Pede),” ujar Luli Barlini.

Sebutkan Luli, tindakan Bawaslu ini berdasarkan surat edaran Bawaslu Pusat tentang netralitas ASN berkaitan kegiatan politik.

“Hardiono ditanyakan dan di-BAP apakah dia yang memasang atau menyuruh orang lain untuk memasang spanduk tersebut,” ujar Luli.

Menanggapi pemanggilannya ini, Sekda Hardiono mengaku heran dengan pemanggilan dan pemeriksaan ini. Sebab, dirinya tidak tahu-menahu dengan pemasangan dan dukungan elemen masyarakat untuk menjadi calon wali kota dengan alasan bahwa diperlukan calon yang berpengalaman di bidang pemerintahan dan birokrasi.

“Saya tidak berkampanye. Saya tidak memasang, apalagi menyuruh pasang spanduk itu. Ini aneh. Salah alamat tegur saya. seharusnya yang harus dipanggil oleh Bawaslu adalah pihak yang bertanggung jawab yang memasang spanduk itu yaitu, komunitas Masyarakat Madani Peduli Depok (Mama Pede). Bertanyalah pada Mama Pede itu,” ujarnya tak nyaman.

Bagi Hardiono, dirinya tidak bisa mengontrol atau melarang bila ada komunitas yang menyampaikan aspirasi. Hardiono yakin, dirinya tidak melakukan aktivitas politik dan melanggar netralitas ASN sebab dia tidak pernah mendeklair dirinya sebagai Calon Wali Kota Depok. Apalagi di sudah lama mengabdi di ASN dengan pelbagai prestasi dan pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Bappeda sebelum menjabat Sekda Kota Depok.

“Kalau ada komunitas warga yang menyampaikan aspirasi dan simpatik, diluar kemampuan saya mengontrol. Saya saya terima biarkan saja. Sebagai pejabat pejabat publik saya harus mau menerima atau berjumpa dengan masyarakat dari mana saja. Masak saya tolak kalau saya ada waktu,” kilahnya.

Hardiono datang ke Bawaslu Kota Depok dengan didampingi Penasihat Hukum Fitrijansjah Toisuta. Fitrijansjah Toisuta menilai pemanggilan Hardiono tidak etis dan tergesa-gesa ‘salah alamat’.

“ini tidak beralasan dan hanya sebagai bentuk intimidasi dan diskriminasi terhadap posisi Hardiono sebagai Sekda yang merupakan subordinat Wali Kota Muhammad Idris. Sedangkan Muhammad Idris sebagai petahana masih berkeinginan mencalonkan diri sebagai Wali Kota kembali. Ini saya duga ada yang mengarahkan supaya Pak Dokter diperiksa,” tegas Toisuta.

Dilain pihak sebut Fitrijansjah Toisuta, mempertanyakan tentang adanya baliho atau spanduk yang jelas-jelas mengkampanyekan Muhammad idris dengan mengatasnamakan Sahabat Idris yang diikuti oleh beberapa Lurah dan Camat, serta ASN lainnya.

Sedangkan, menurut Ketua Bawaslu Kota Depok Luli Barlini, mengenai Sahabat Idris ini, Bawaslu baru bisa menanggapi bila sudah ada laporan dari masyarakat atau Panwaslu Namun hingga sekarang belum ada laporan.

Maraknya dukungan kepada Hardiono sebagai calon alternatif pemimpin baru dalam Pilkada Kota Depok 2020 untuk masa bakti 2021-2026 ini setelah ada survei yang dilakukan Center Political Economic Law Studies (Cepels) pada 16-19 Desember 2019.

Menurut Kepala Konsultasi dan Komunikasi Politik Cepels, Fuad Arham, dalam survei ini figur Hardiono muncul dalam kategori calon Wali Kota Depok baru mengimbangi sejumlah figur polisi yang sudah beken di Kota Depok. (HIRA)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *