oleh

Khazanah Al-Qur’an: Rahasia Sembuhnya Segala Penyakit dalam Al-Qur’an

Jakarta, TribunAsia.com – Kata Syifa’ (kesembuhan) disebut sebanyak empat kali dalam Al-Qur’an. Tiga kali menyebut Al-Qur’an sebagai penyembuh, dan sekali menyebut madu.

3 ayat yang menyebut Al-Qur’an sebagai penyembuh adalah :

Iklan 52 Khutbah Jum'at

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS.Yunus:57)

 

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِين

“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS.al-Isra’:82)

 

قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ

Katakanlah: “Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin.” (QS.Fussilat:44)

 

Dan satu ayat yang menyebut madu sebagai penyembuh adalah :

يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ

“Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.” (QS.an-Nahl:69)

 

Apabila dikaji lebih dalam, kira-kira apa rahasia di balik penyebutan Al-Qur’an sebagai penyembuh sebanyak tiga kali, sementara madu hanya sekali?

Setidaknya ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil :

1. Ayat-ayat di atas mengisyaratkan bahwa 75% kesembuhan itu ada dalam Al-Qur’an, sementara 25% ada pada madu yang menjadi simbol dari obat.

2. Allah tidak mensifati Alquran dengan kata dawa’ (obat), tapi dengan kata syifa’ (kesembuhan). Karena obat belum tentu bisa menyembuhkan, tapi “syifa’ ” adalah kesembuhan.

3. Ada dua ayat lain dalam Al-Qur’an yang menyebut kata “kesembuhan” dalam bentuk yang lain. Dua ayat ini menjelaskan bahwa kesembuhan itu hanya dari Allah.

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

“Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkanku.” (QS.ash-Shuara:80)

 

وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ

“Dan Dia menyembuhkan hati orang-orang yang beriman.” (QS.at-Taubah:42)

Jika digabungkan ada 6 kata “kesembuhan” dalam Al-Qur’an. 3 kata untuk Al-Qur’an, 1 kata untuk madu dan dua kata menjelaskan bahwa Allah lah yang menyembuhkan.

Maka hal ini menjelaskan bahwa Allah adalah pemberi kesembuhan yang sebenarnya. Semua kesembuhan berada di tangan ALLAH Subhanahu wa Ta’ala.

 

Tambahan info:

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah (Muhammad), ‘Tidak akan menimpa kami, kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang beriman harus bertawakal.’” (QS. At Taubah: 51).

Juga firman Allah Ta’ala,

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Al Hadid: 22-23).

 

Allah berfirman menceritakan kekasih-Nya, Ibrahim ‘alaihissalam,

وَ إِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِ

“Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku.” [QS Asy Syu’ara: 80]

 

Di surat Al An’am (ayat: 17), “Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.”

Maka obat dan dokter hanyalah cara kesembuhan, sedangkan kesembuhan hanya datang dari Allah. Karena Dia sendiri menyatakan demikian, “Dialah yang menciptakan segala sesuatu”.

 

مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ شَوْكَةٍ فَمَا فَوْقَهَا إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً أَوْ حَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً

“Tidak ada satupun musibah (cobaan) yg menimpa seorang muslim berupa duri atau yang semisalnya, melainkan dengannya Allah akan mengangkat derajatnya atau menghapus kesalahannya”. [HR.Muslim]

 

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلَّا حَطَّ اللَّهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا

“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya.” [HR. Bukhari dan Muslim].

 

Setiap penyakit ada penawarnya,  sebagaimana yang disabdakan Rasulullah ﷺ:

مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً

“Tidaklah Allah menurunkan penyakit, kecuali Dia juga menurunkan penawarnya.” (HR Bukhari).

 

Imam Muslim ‘merekam’ sebuah hadits dari Jabir bin ‘Abdullah radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah ﷺ, bahwasannya beliau bersabda,

لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءُ، فَإِذَا أُصِيْبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ

“Setiap penyakit ada obatnya. Apabila obat itu tepat untuk suatu penyakit, penyakit itu akan sembuh dengan seizin Allah ‘Azza wa Jalla”.

Sumber:

https://islami.co/khazanah-al-quran-rahasia-sembuhnya-segala-penyakit-dalam-al-quran/

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *