oleh

Kuasa Hukum Pengawal Peralatan Bengkel Berisi Ganja Jelaskan yang Merintahkan DPO

Jakarta, TribunAsia.com – Kuasa Hukum terdakwa pengawal peralatan bengkel yang berisi daun ganja seberat 244 Kilogram mengatakan Aki saat ini masuk daftar pencarian orang (DPO) yang memerintahkan hal tersebut.

Juni Peritiwati, SH bersama Wenly Ade Putra, SH menjelaskan setelah pemeriksaan saksi-saksi kata dia kliennya hanya mengawasi muatan truk yang berisi perlengkapan bengkel.

Lebih lanjut, dalam kendaraan tersebut berisi alat perkakas bengkel dan terdapat daun ganja ratusan kilogram. Akan tetapi, Fitrian selaku saksi saat diperiksa mengatakan mengetahui didalam mobil itu berisi ganja.

“Tentang isi didalam BB ditemukan dalam peralatan bengkel ditemukan ganja seberat 244 kilogram. Yang Merintahkan Aki-Aki DPO,” ujar kuasa hukum, Senin (27/1/2020).

Ia menambahkan, “Kalau menurut keterangan terdakwa hanya mendampingi truk, tapi dari salah satu saksi ada yang mengetahui itu isinya si Fitrian. Ada dua mobil dari truk ke pikap terus dari pikap dianter dekat sebelah SD 07,” tandasnya.

Kemudian, dia katakan Kuasa Hukum, menurut keterangan Aditya Purwa, dia hanya menolong saudaranya dan dijanjikan untuk bekerja di bengkel itu dia bersama isteri Amel,” ujar Juni.

Saat pemeriksaan saksi-saksi, dari keterangan mereka truk yang berada di Kalimalang dikawal dengan sepeda motor menuju Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Saya awalnya diminta tolong ditruk itu ada paketan, saya baru pertama kali. Saya melihat truknya ada dua yang ngarahin kakak saya dia minta tolong,” kata terdakwa.

Baca Juga : Kawal Truk Bermuatan Bengkel, 5 Terdakwa Tidak Mengetahui Berisi 244 Kilogram Ganja

Menurut terdakwa, dia ditangkap polisi dirumah orang tuannya. Para terdakwa diantaranya Fitrian, Amel, Revi, Agus dan Aditya Purwa mengatakan mobil yang hendak didampinginya itu berisi komponen perlengkapan kerja bengkel.

Dikatakan kembali, mobil yang didampinginya itu berjumlah dua unit satu diantaranya baru diketahui oleh mereka saat bongkar muat berisi daun terlarang.

“Itu kan perlatan bengkel untuk kerja kita ditangkap dirumah bapak/orang tua saya,” terdakwa 1 kerudung hitam. Karena mobil pertama dia nggk tau kalau mobil kedua dia baru tahu isinya ganja,” jelasnya di kursi persidangan.

Persidangan tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim PN Jaktim, Dwi Dayanto dengan didampingi Nun Suhaini dan Ninik Anggraini. Oleh sebab itu, masing-masing dari terdakwa di jerat pasal 112 dan 114 Undang-Undang tentang Narkotika.

Namun demikian, JPU dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur turut mempertanyakan diantara kelima orang terdakwa yang ikut langsung berada di truk saat proses pengawalan bermuatan daun ganja.

“Dari truk kamu ikut nggak,” tanya Juni. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *