oleh

Musibah Datang, Umrah Menjelang

TribunAsia.com

Oleh : Egy Massadiah

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Setiap bencana selalu melahirkan kisah. Cerita ibu yang akan melahirkan diangkut helikopter, kisah anak dibawa ke rumah sakit, pengantin yang kebanjiran namun tetap melangsungkan resepsi, kerap menghiasi aneka kisah sedih bencana.

Lalu bagaimana dengan calon jemaah umrah yang desanya terisolir hampir 9 hari, sementara jadwal keberangkatan umrah tak bisa ditunda.

Inilah kisah BNPB hadir menolong mereka. Tak tanggung tanggung, sehari sebelumnya, Kepala BNPB Letjen Doni Monardo meminta stafnya di lapangan menyiapkan helikopter agar sang calon jemaah sekitar 20 orang bisa segera dievakuasi menuju Bandara Soetta  Cengkareng agar tetap tepat waktu bisa menunaikan ibadah umrah.

Tersebutlah satu kampung, Kampung Peundeuy, Desa Kiarasari, Kecamatan Sukajaya. Kampung yang ada di lereng Gunung Halimun, Kabupaten Bogor itu menjadi salah satu desa yang terkena musibah banjir longsor. Bisa dibilang, musibah terparah yang pernah mereka alami.

Lereng itu “gogrog” (longsor parah), menimbun apa saja yang ada di bawah. Doni mengibaratkan seperti ice cream yang meleleh. Banyak rumah tertimbun longsor. Tak terhitung luas lahan pertanian dan ladang penduduk juga terurug longsoran.

Kondisi tadi diperparah dengan putusnya sarana jalan penghubung antar desa. Jadilah warga desa itu menjadi warga terasing.

Berhari-hari mereka tak bisa keluar dari desanya. Di antara derita terkurung dan terperangkap itulah, menyembul satu kisah.

Kisah tentang 20 an warga Desa Kiarasari yang terancam gagal berangkat umrah. Entah kebetulan, entah keberuntungan, mereka tercatat sebagai jamaah umrah AA Tour & Travel, milik Anna Tarigan.

Anna Tarigan adalah artis yang aktif di Tagana (Taruna Siaga Bencana), sebuah perkumpulan yang bergerak di bidang penanggulangan bencana alam dan bencana sosial berbasiskan masyarakat.

Ormas ini dibentuk untuk memberdayakan dan mendayagunakan generasi muda dalam berbagai aspek penanggulangan bencana, khususnya yang berbasis masyarakat.

Sebagai anggota Tagana, Anna tentu saja memiliki jaringan luas, termasuk ke lingkungan BNPB. Dalam sebuah WAG, Anna menyembulkan kegundahannya. Kapusdalop BNPB Bambang Surya meneruskan ke dalam WAG tanggap bencana dimana Doni ada didalamnya.

Tak lebih lima menit, mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu segera memerintahkan agar warga tersebut dievakuasi.

“Siapkan helikopter, segera evakuasi, bantu mereka,” ujar Bambang menirukan ucapan Doni.

Berikutnya, Bambang menyampaikan keadaan yang menimpa para jemaah umrah yang masih terisolir tadi.

Melalui koordinasi singkat, saat helikopter sudah siap, Bambang kembali melaporkan bahwa TNI sudah berhasil menembus Desa Kiarasari, Kecamatan Sukajaya. Artinya, TNI sudah berhasil membuka akses keluar masuk Kiarasari.

Akhirnya, BNPN menyiapkan satu unit bus nopol B 7291 PPA untuk mengantar para jemaah umrah tadi dari Bogor ke hotel transit. “Karena mereka sudah tidak lagi terisolir, maka bis menunggu di terminal Leuwiliang. Dari sana, bis mengangkut sekitar 30 jemaah,” ujar Bambang, yang ikut mendampingi para jemaah umrah tadi bersama Danramil Cibungbulang, Kapten Arm Dudung Abdul Rozak.

“Bantuan BNPB ini sebenarnya sarat makna. Betapa, bahwa untuk bisa berangkat umrah, para warga desa tadi sudah berusaha dengan semua kemampuannya. Mereka bukanlah warga masyarakat kelas atas, yang bisa umrah kapan saja. Di samping itu, jadwal umrah mereka sudah terjadwal dan terikat dengan tiket pesawat dan visa,” ujar Bambang.

Itu artinya, jika mereka gagal berangkat, derita mereka menjadi berkali-kali lipat. Mereka adalah para petani, peternak, dan pedagang kecil.

Akibat bencana longsor, bisa dibilang aset mereka terkubur. Untuk bertahan hidup, hanya mengandalkan tabungan yang tidak seberapa, bahkan mungkin sekarang sudah menipis.

“Bahwa doa hamba yang sedang tertimpa musibah, insya Allah diijabah Allah,” ujar Doni Monardo bahagia setelah mendengar kabar para warga sudah mendekati Bandara Soekarno Hatta.

“Kepada para tamu Allah itu kami menitip doa, yang intinya fenomena alam boleh saja terjadi, tetapi mohon jauhkan negeri kami dari bencana dan musibah.”

Bambang mengaku, saat di lapangan membantu para jemaah umrah, ada saja suara sumbang. Ia mencontohkan, “orang sedang ada musibah kok malah ngurusi jemaah umrah.” Atas cemooh tadi, Bambang hanya diam.

“Mereka tidak tahu, bahwa jemaah ini justru korban musibah juga. Dan mereka adalah tamu-tamu Allah. Ingat, musibah dan bencana itu juga tidak luput dari tangan Tuhan,” kata Bambang Surya pula.

Sementara, Anna Tarigan di tempat terpisah membenarkan, jemaahnya terisolir dan sempat terancam gagal berangkat. Sebagai penyelenggara jasa umrah, ia sebenarnya tidak wajib mengupayakan penjemputan ke lokasi bencana. Tetapi, atas nama kemanusiaan, dan atas nama membantu umat menjalankan ibadah, ia pun berupaya agar mereka tetap bisa berangkat.

“Saya sangat berterima kasih. BNPB tidak saja tanggap dan tangguh menanggulangi bencana, tetapi juga berempati terhadap persoalan korban yang berstatus calon jemaah umrah,” ujar artis kelahiran 1972 itu.

Berkat bantuan BNPB pula, sekitar 30 korban tanah longsor di kaki Gunung Halimun bisa berangkat ke Tanah Suci, menjadi tamu-tamu Allah SWT.

Hari Minggu 19 Januari 2020 pukul 20.00 waktu Saudi Arabia,  Anna Tarigan sudah mengirim kabar bahwa jemaah umrahnya  sudah mendarat dengan selamat di Bandara Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA) Madinah.

Insya Allah, di selama berada di Madina dan Mekkah, mereka akan memanjatkan doa keselamatan bangsa dan negara kita dari ancaman bencana. BNPB rasa travel umrah. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *