oleh

Lagi Raja Baru, Keturunan Kerajaan Trowulan-Kediri Deklarasi Kerajaan Bahagia di Depok

Depok, TribunAsia.com – Fenomena lahirnya kerajaan baru menjalar ke pelbagai wilayah termasuk kewilayah Kota Depok, Jawa Barat. Sekarang mengaku Keturunan Kerajaan Trowulan-Kediri, Jawa Timur. Kerajaan baru ini dititahkan oleh seorang bernama Agus Riyadi yang menjadi Rajanya. Raja Agus membentuk kabinet dengan posisi tumenggung dan para menteri, serta para duta besar.

Tapi,kerajaan ini bukan sembarang kerajaan, kerajaan ini diberi nama Kerajaan Warteg Bahagia yang bertujuan melakukan perlawanan dan ekspansi untuk menjayakan usaha kuliner khas Indonesis melawan hegemoni dan serangan dari ekspansi kuliner bangsa asing.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Disebutkan Raja Kuliner Warteg Bahagia, Agu Riyadi, Alih-alih membangun sistem pemerintahan dan meraup keuntungan dengan cara menipu masyarakat, kerajaan yang dideklarasikan dan bermarkas utama di kawasan Kelapa Dua, Cimanggis Depok ini memilih konsen dibidang ekonomi kreatif berbasis kuliner dan tentu saja, hasilnya pun halal untuk memberdayakan perekonomian rakyat usahawan UMKM.

Selain itu juga menyediakan makanan murah yang nikmat bak sajian hotel berbintang. Di sini, yang menjadi kawasan mahasiswa sejumlah perguruan tinggi, dengan uang pas-pasan dari Rp10 ribu sampai Rp35 ribu sudah dapat menikmati nasi berlauk telur terbaik hingga sop iga sapi ternikmat.

“Kerajaan Bahagia ini dibentuk untuk menggerakkan perekonomian anak bangsa. Perlawanan dari serangan kuliner bangsa asing. Disini kumpulan dari potensi anak bangsa yang tidak berpendidikan formal hingga begelar S-3 bergabung,” ujar Agus Riyadi seperti dilaporkan Tribunasia.com, Sabtu (25/1/2020)

Tegas Agus, pemerintah tak usah terancam wibawa dan kedaulatannya. Pantaun Elshinta, Kerajaan Warteg Bahagia adalah label atau merek sebuah warung makan ala warung tegal dengan harga kaki lima yang merupakan anak cabang dari usaha kuliner Juara Grup. Berbeda dengan warteg pada umumnya, Kerajaan Warteg Bahagia menggagas konsep kekinian, layaknya restoran bonafit yang berada di sebuah ruko berlantai tiga, sehingga siapa saja, terutama puan-puan nyaman untuk sekadar makan, beli lauk untuk keluarga, hingga tempat arisan.

Seolah memparodikan isue yang sedang hangat munculnya kerajaan baru, mareka pun memplesetkan gelar untuk sejumlah jabatan staff dan pengurusnya, seperti Menteri Miomunikasi, Tumenggung, hingga Ratu dan para punggawa untuk para pramusaji lengkap dengan kostum tradisional khas kerajaan Jawa.

Pantaun Elshinta, Sebelum upacara deklarasi dimulai, para pejabat kerajaan yang berpakaian kebesaran masing-masing lebih dulu diarak menggunakan dengan kereta kencana maharaja kerajaan dari delman yang disewa dari pemilik delman yang biasa melayani hiburan anak-anak di hari libur.

Pemandangan ini pun sukses menyedot perhatian warga dan pengendara yang melintas di sekitaran Jalan RTM, Kelapa Dua.

Kerajaan Kuliner Warteg Bahagian ini memperkenalkan para pembesarnya yaitu, sebagai Raja Agung yakni Agus Riyadi, sebagai Tumenggung yakni Agung Prasetyo Utomo, Menteri Pertahanan yaitu Yasser Arafat, Menteri Miskomunikasi dan Misinformatika Angke Ahmad Dwi Santoso, dan sejumlah Duta Besar kepada Negara Sahabat dan Tak Bersahabat.

Tumenggung Agung menjelaskan, kerajaan ini didirikan untuk mendukung ekonomi negara yang berpihak kepada para pelaku usaha dari kalangan menengah ke bawah. Selain itu, kerajaan ini sengaja dihadirkan untuk mereka yang ingin makan enak namun memiliki bugdet terbatas. Lebih lanjut Agung tak menampik, konsep yang digagas pihaknya tak terlepas dari keresahan akan munculan kerajaan palsu akhir-akhir ini. berharap tidak ada hoax dan hanya menarik uang uang saja dengan mengatasnamakan kerajaan palsu.

Sementara itu, Ahmad Dwi Saputro yang sebagai Menteri Misomunikasi Kerajaan Warteg Bahagia mengaku, pihaknya mendeklarasikan kerajaan ini atas dasar keprihatinan.

Pada awak media, Ahmad juga menyinggung soal isu akan adanya kenaikan gas elpiji tiga kilo. Ia menilai, jika kebijakan itu diberlakukan maka akan berdampak secara langsung pada pelaku usaha kecil, khususnya mereka yang bergerak di bidang kuliner.

Ahmad menegaskan, kerajaan yang dibangun pihaknya adalah sebuah filosofi yang bertujuan untuk mengangkat derajat ekonomi Usaha Kecil Menengah (UKM) dibidang kuliner.

“Kalau industri properti lesu atau tidak meningkat growt nya itu menandakan ekonomi hanya lesu tapi, kalau industri kuliner sudah lesu mati maka ekonomi sudah diambang batas, bahaya itu,” ujar Ahmad.

Sesusai deklarasi Raja Agus Riyadi metitahkan staf dan dayang dayang untuk menjamu tamu undangan dengan menu makanan ala warteg yang fenomenal itu. (HIRA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *