oleh

Polresta Depok Kuak Sindikat Penculik Gadis Remaja yang Dieksploitasi Seksual

Depok, TribunAsia.com – Polres Metro Depok Kota menguak aksi sindikasi kriminal peculik gadis belia dibawah umur untuk eksploitasi seksual. Ada empat gadis belia yang diselamatkan dalam penyergapan di Kamar Nomor AV, Apartemen Kalibata Tower JASMIN di Lantai 10 JI. TMP Kalibata, Nomor 1 Pancoran Jakarta Selatan.

Hal ini disampaikan Kapolres Metro Kota Depok Kombes Pol Azis Andriansyah kepada wartawan di Mapolres Metro Kota Depok, Kamis (23/1/2020).

Disebutkannya, dalam penyergapan ini ada empat gadis remaja ini yaitu SA (15), NZ n(15), JC (15), dan SS (17). Dari Kamar Nomor AV, Apartemen Kalibata Tower JASMIN di Lantai 10 JI. TMP Kalibata No 1 Pancoran Jakarta Selatan ini, tiga lelaki yang diindikasi sebagai pelaku penculikan dan eksploitasi seksual ini dapat ditangkap.

“Mereka yaitu ZM (18), NF (19), dan JF (39). Polres Metro Kota Depok masih tambah mendalami dan menyelidiki kasus ini. Terutama pada keterlibatan FD (16), seorang remaja lelaki dibawah umur yang mengajak SA pergi dari rumahnya. SA berkenalan dengan FD melalui aplikasi media sosial,” ujar Azis.

Dijelaskan oleh Kombes Pol Azis Andriansyah, kasus kejahatan peculikan dan perdagangan wanita remaja ini mulai terkuak dari laporan NJ seorang ibu, orangtua daripada korban SA yaitu warga Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat.

NJ melaporkan kehilangan anaknya ini kepada Polres Metro Kota Depok pada Sabtu, 4 Januari 2020. Empat hari setelah putri belianya ini hilang dari rumah.

Dari pemeriksaan penyidik, terungkap, SA, anaknya NJ pergi dari rumah pada hari Selasa tanggal 31 Desember 2019 sekira pukul 18,30 WIB. SA, diajak oleh FD untuk liburan malam tahun baru 2019. Mareka berangkat dari Cipayung dengan menggunakan kereta api yang turun di Stasiun Duren Kalibata. Dijebak, kemudian SA diajak ke Apartemen Kalibata Tower JASMIN. Maka, semenjak itu, SA disekap di dalam kamar nomor AV ini. Di dalam kamar ini sudah ada lebih dulu tiga gadis remaja lainnya yaitu, SS, NZ, dan JC.

Ketiga gadis ini sudah berada di dalam kamar dalam masa sekira 6 bulan. Mareka sudah dieksploitasi melalui aplikasi wechat dengan tarif Rp900 ribu. Saban hari tiga gadis ini melayani penikmatnya rata-rata 3 sampai kali. Sedang pelaku pejajanya yaitu ZM, NF, dan JF, mengaku mengambil jasa dengan tarif Rp100 ribu per transaksi.

Diketahui, sedangkan SA belum sempat derita eksploitasi asusila. Sedangkan FD, yang menjebak SA, masih jadi buronan polisi.

Polisi menemukan adanya tindak pidana kekerasaan fisik terhadap korban JC. Di tubuh JC, terdapat luka bekas gigitan pada tangan kanan, perut, dan punggung serta hidungnya sempat mengeluarkan darah. Aksi kekerasan ini sempat direkam video oleh SS dengan telepon selularnya.

Disebutkan Kombes Pol Aziz Andriansyah, pihaknya terus mengungkapkan kasus ini lebih luas dan mendalam. Kepada para pelaku ini, dapat dikenakan sanksi pidana dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. (HIRA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *