oleh

Bang Yon Sosok Pembaharu Kota Tangsel

Tangsel, TribunAsia.com – Pemilihan Wali Kota Tangerang Selatan 2020 periode 2021 – 2026 akan digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan yang dilaksanakan pada 23 September 2020.

Pemilihan ini merupakan pemilihan kepala daerah ketiga yang dilakukan secara langsung di Kota Tangerang Selatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih akan dilantik pada 20 April 2021 menggantikan Airin Rachmi Diany yang sudah menjabat Wali Kota selama dua periode sejak 20 April 2011.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Pemilihan Kepala Daerah kembali digelar secara serentak di seluruh Indonesia pada 2020 ini, salah satunya adalah Pemilihan Wali Kota Tangerang Selatan.

Salah satu sosok yang menyatakan keseriusannya untuk maju dalam kontestasi Pilwakot Tangsel ini adalah seorang aktivis sosial dan ketua Tangsel Corruption Watch.

Kehadiran sosok Bang Yon ini didasari pada fakta di lapangan dimana masih banyak ketimpangan serta lumpuhnya inovasi dan kosongnya konsep pembangunan dalam menggerakan roda ekonomi, yang sebenarnya dapat memacu peningkatan pendapatan masyarakat.

Bang Yon percaya diri karena hadir dengan membawa ide-ide segar dan inovatif yang akan menjadikan kota Tangsel adalah Kota Internasional

Dalam pembicaraan santai pada Selasa, 18 Januari 2020, Bang Yon membeberkan beberapa konsep yang akan menjadi terobosan penting dan konkrit serta nyata dalam pembangunan Tangerang Selatan, baik bersifat jangka pendek maupun jangka panjang.

Pertama-tama, Bang Yon pemimpin Tangerang Selatan harus mampu mengubah cara pandang warga negara Indonesia dan khususnya masyarakat Jabodetabek, soal image Tangerang Selatan itu.

“Harus mampu mengubah image Kota Tangerang Selatan yang selama ini dipandang sebagai kota transit menjadi sebuah kota seperti kota-kota besar dan Internasional,” ujarnya.

Kedua, untuk mewujudkan poin pertama yakni mengubah cara pandang soal image tersebut, Bang Yon ingin membangun sebuah icon pariwisata Internasional, serta Mandiri di Kota Tangerang Selatan.

“Selama ini belum ada. Jadi kita akan berinvestasi besar-besaran dan kita akan ajak para investor dan pengusaha-pengusaha untuk memajukan Tangsel, namun saya yakin, manfaatnya pasti akan dirasakan secara luas untuk masyarakat Tangsel. Kita akan buat para pengusaha untuk tidak segan berinvestasi di Tangsel,” tutur Bang Yon.

Berikutnya, pemerintah Tangerang Selatan, lanjut Bang Yon tentunya harus mampu membangun kepercayaan atau trust dari para pengusaha kepada pemerintah agar ingin berinvestasi di Tangerang Selatan.

“Jika banyak pengusaha yang ingin membangun usahanya di Tangsel, lapangan pekerjaan tentunya terbuka lebar, sekaligus pendapatan daerah meningkat yang bersumber dari pajak daerah karena sumber APBD Tangsel sama dengan sebagian besar kota-kota lainnya bersumber dari pajak daerah. Nah, dari APBD inilah lebih banyak porsi disalurkan untuk meratakan pembangunan di Tangsel, termasuk juga untuk normalisasi sungai yang melintas di Tangsel supaya tidak terjadi banjir lagi,” ungkap Bang Yon.

Terakhir, pemerintah harus memiliki konsep atau sistem agar masyarakat maupun para pengusaha sadar pajak.

“Sering saya ungkapkan, secara filosofi tidak ada orang yang rela bayar pajak karena bersifat paksaan, kalau bayar zakat atau sumbangan rohani pasti rela. Untuk itu Pemda harus hadir membangun daerahnya yang akhirnya timbul kesadaran wajib pajak untuk membayar pajak secara sukarela agar pendapatan asli daerah (PAD) semakin besar. Mereka akan merasa tidak sia-sia membayar pajak. Bukan dengan cara dikejar-kejar atau ditakut-takuti seperti halnya didaerah lain, itu salah, mereka akan lari kalau dikejar,” tambah Bang Yon.

Pemerintah, kata Bang Yon harus bisa melahirkan kesadaran para pengusaha untuk membayar pajak secara sukarela tanpa merasa terpaksa.

“Saya juga akan dekati para pejabat di Tangsel diluar Pemda Tangsel untuk membantu mengembangkan Tangsel dengan beberapa keringanan pajak untuk mendapatkan hasil penerimaan yang malah lebih besar, disamping juga roda perdagangan dan ekonomi di Tangsel jadi malah meningkat,” ungkapnya lagi.

“Untuk kemiskinan yang hanya 1,7 persen dari penduduk Kota Tangsel yang 1,96 juta, saya akan membuat ATM Beras dan Daging, selama ini kota yang identik pertanian dan peternakan dahulu .kita akan memverdayakan BUMD Tangsel dengan membeli lahan lahan diluar kota tangsel yang nanti menjadi milik BUMD Tangsel dan akan dikelola sebagai sumber penghasilan masyarakat Tangsel terutama warga miskin, dengan diberikan pendidikan gratis serta uang saku bagi pelajar miskin,” tuntasnya.

Ini seratus hari saya memimpin yaa ! Tutupnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *