oleh

Tak Terima Dikambing Hitam, Seorang Staff Laporkan Perusahaan ke BPJS Ketenagakerjaan

Jakarta, TribunAia.com – Tak diterima diturunkan jabatannya dari Staff HRD ke SPG (Sales Promotion Girl) Belli To Baby, Endang (27) melaporkan PT. Chiki Chika Indonesia ke BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Endang menjelaskan, “Saya tidak diterima dikambinghitamkan oleh atasan saya Boby Steven (Head Sales dan Marketing BTB) terkait saat itu ada tagihan-tagihan vendor outsourcing yang belum dibayarkan total kurang lebih Rp 200 juta. Justru saya diturunkan jabatan agar menjadi SPG penempatan Cirebon per awal Januari 2020,” kata karyawati itu kepada TribunAsia.com di Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Dalam kesempatan itu, dia pun telah bersurat terhadap Owner Perusahaan dan diarahkan untuk bertemu dengan perwakilan perusahaan tersebut.

Perwakilan perusahaan yang hendak bertemu tersebut diantaranya Carly dan Diana dibilangan Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

“Saya pun telah bersurat kepada Owner Perusahaan, Ibu Lim Fifi Anggraeni per 6 Januari 2020 tetapi responsnya tidak jelas dan saya diminta bertemu kedua staff beliau Ibu Carly dan Ibu Diana di Mom n Jo Dharmawangsa,” ungkapnya.

Diketahui, Endang menuturkan selama ini dirinya bekerja 1,5 tahun tidak didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan Penerima Upah, dimana di kantor sebelumnya dia terdaftar.

“Boleh karena saya tahu manfaat BPJS Ketenagakerjaan sangat penting,maka saya pun terpaksa mendaftar program BPJS ketenagakerjaan bukan penerima upah dimana saya membayar iurannya secara pribadi,” tutur dia lagi.b

Sebetulnya, kata dia, kasus ini tidak akan berhenti dilaporkan ke BPJS Ketenagakerjaan saja, tetapi instansi lainnya dimana banyak sekali pelanggaran ketenagakerjaan yang terjadi di PT. Chiki Chika Indonesia.

“Seperti tidak adanya Peraturan Perusahaan yang disahkan Dinas Tenaga Kerja, serta yang paling fatal saya juga mendapat keluhan dari vendor outsourcing dan pengakuan dari SPG di Jakarta dan di luar kota ada dugaan pelecehan sexual yang dilakukan Bobby Steven sehingga mengakibatkan SPG banyak resign. Saya berharap BPJS Ketenagakerjaan dapat segera mengambil tindakan tegas kepada perusahaan yang nakal,” keluhnya.

PT. Chiki Chika Indonesia sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penjualan essential oil untuk bayi dan anak-anak termasuk kebutuhan ibu rumahtangga dengan merk Belli To Baby.

Endang menjelaskan, ” Saya diterima oleh Bapak Ridwan selaku Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kebayoran Baru, dimana beliau akan menindaklanjuti pengaduan saya dan beliau juga menjelaskan sesuai UU No.24 Tahun 2011 tentang BPJS,” sebutnya.

Maka demikian, Perusahaan dapat terkena sanksi jika tidak mendaftarkan Pekerjanya menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan yaitu denda maksimum Rp 1 miliar dan pidana penjara paling lama 8 tahun. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *