oleh

Selamat Jalan dr Yoserizal Pejuang Indonesia yang Humanis

TribunAsia.com

Oleh : Munif Chatib

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Mengikuti pemakaman almarhum dr Yose Rizal sore ini jadi teringat pemakaman almarhum Munir di kota Batu beberapa tahun lalu. Beliau berdua adalah pejuang. Hari ini dr Zaid dari Palestina membuka sambutan dengan kesedihan yang mendalam, bahwa rakyat Palestina sangat sedih dengan wafatnya dr Yose Rizal. Beliaulah yang langsung turun tangan membantu kesengsaraan rakyat Palestina dengan mendirikan RUMAH SAKIT INDONESIA di GAZA lewat organisanisi Mer-C (Medical Emergency Rescue Committe). Hampir 400 pasien masyarakat Gaza dilayani di rumah sakit tersebut setiap harinya. Saya sendiri mempunyai tiga catatan penting tentang alhamrhum dr. Yose Rizal.

Pertama, Almarhum adalah orang yang humanis. Orientasi perjuangannya adalah untuk kemanusiaan. Tidak melihat bangsa, suku, ras apalagi agama. Jika ada bencana atau penindasan hak asasi manusia maka jiwa dan fisiknya hadir di sana. Karena itu banyak komunitas yang ingin mendompleng nama besar dr Yose gagal. Baik yang berasal dari komunitas partai, organisasi masyarakat, apalagi kelompok yang mempunyai hobi memecah belah umat. Almarhum tidak berhasil dipengaruhi dan tunduk pada kepentingan pihak tertentu. Apalagi yang bertujuan keuntungan semata dengan meminta dr Yose meninggalkan konsep kemanusiaan.

Kedua, Almarhum pekerja keras dan fokus. Tidak hanya menguasai konsep dan strategi, yang dikuasai namun langsung turun ke bawah. Mulai kasus kerusuhan Ambon beberapa tahun yang lalu yang membawa banyak korban, almarhum punya andil kemanusiaan pada saat itu. Sampai ikut berjuang di Palestina, Libanon dan beberapa daerah konflik lainnya. Profesional dalam bekerja terbukti berhasil.

Ketiga, Almarhum adalah sosok yang sudah selesai dengan dirinya sendiri. Bekerja dengan keikhlasan tingkat tinggi. Almarhum tidak tanggung-tanggung membantu baik kemampuannya sebagai dokter ahli bedah tulang dan juga bantuan hartanya. Sosok yang sepertinya ingin dengan usia yang dicukupkan Allah SWT di dunia, 56 tahun namun berusaha sekuat mungkin untuk berbuat banyak hal yang bermanfaat untuk banyak orang.

Sungguh, kita dan Indonesia kehilangan sosok pejuang anak negeri yang langkah. Tidak semua orang mampu mempunyai tiga kombinasi orientasi hidup, yaitu humanis, pekerja keras, dan ikhlas. Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya. Menerangkan barzahnya. Allah terus memelihara keluarga yang ditinggalkannya. Dan Allah akan memunculkan lagi ribuan dr Yose lagi untuk Indonesia. Aamiin YRA.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *