oleh

Proyek Perhubungan Diborong Perum DAMRI, KPK Didesak Panggil Menhub Budi Karya

Jakarta, TribunAsia.com – Aliansi Lembaga Analisa Kebijakan dan Anggaran ALASKA, menemukan indikasi kuat adanya persengkokolan jahat (kolusi) yang dilakukan oknum Perum DAMRI dengan oknum Kementerian Perhubungan.

“Persengkokolan ini kami menduga sudah terjadi bertahun-tahun dan merugikan keuangan negara. Persengkokolan yang kami maksud adalah terkait sejumlah proyek yang ada di kementerian perhubungan yakni pengadaan subsidi operasional bus perintis,” tegas Adri Zulpianto koordinator ALASKA, Selasa (21/1/2020).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Perlu dicatat, proyek ini dilaksanakan di seluruh Provinsi setiap tahunnya, dan dilaksanakan melalui lelang. Menurut dia, contohnya, proyek pengadaan subsidi operasional bus perintis di Provinsi Maluku tahun 2017 yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 6.301.600.000 dimenangkan oleh Perum DAMRI Kantor Cabang Ambon yang berlokasi di Jalan Swadaya Leo Wattimena, Ambon.

Terbaru, pengadaan subsidi bus perintis di wilayah Sumatera Utara tahun anggaran 2020 masih dimenangkan oleh Perum DAMRI wilayah Medan, anggaran yang dihabiskan sebesar Rp 2.576.271.979.

ALASKA mencatat puluhan proyek pengadaan subsidi bus perintis yang dijalankan setiap tahun ini selalu dimenangkan oleh Perum DAMRI.

“Hal ini sangat aneh dan janggal, kami menduga proses lelang dalam paket proyek ini dimainkan. Proses lelang hanya formalitas belaka, karena pemenang sudah dikunci,” kata dia.

Hal ini jelas tidak sesuai pedoman pasal 22 UU No. 5 tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha yang tidak sehat.

“Oleh karena itu, kami mendorong kementerian perhubungan membatalkan seluruh proyek pengadaan subsidi bus perintis yang dimenangkan Perum DAMRI di tahun 2020,” serunya.

Kemudian dijelaskan Adri Zulpianto, “Terakhir KPK harus segera membuka penyelidikan atas proyek ini dan panggil Dirut Setia N Milatia Moemin, serta Menhub Budi Karya Sumadi,” ungkapnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *