oleh

Ini Sebab Gedung Baru SMPN 25 Depok Belum Digunakan

Depok, TribunAsia.com – Sejumlah guru dan murid SMP Negeri 25 Kota Depok tampak bergotong-royong di bangunan sekolah baru di Jalan Sulaiman, Bedahan, Sawangan. Sudah masuk masa belajar menghadapi ujian akhir sekolah dan ujian nasional Gedung SMP Negeri 25 Kota Depok ini belum dapat digunakan lantaran belum sempurna selesai.

Dilapotkan TribunAsia.com, Selasa (21/1/2020). Selama ini, dalam dua tahun belakangan, kegiatan belajar mengajar SMP 25 ini menumpang di Gedung SD Negeri Kedaung Sawangan di Jalan Abdul Wahab pada siang hari setelah aktivitas SD usai. Diharapkan, pada awal Januari 2020 gedung baru sudah dapat digunakan. Namun apa-lacur, Desember 2019 akhir masa kontrak bangunan bernilai Rp14 miliar lebih ini belum selesai.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Senang sih Pak, sekolah kami sudah ada yang baru. Tapi belum kelar banget ya. Ini kita-kita datang bantuin guru tata barang yang sudah bisa dibawa dikit-dikit. Pagi kita kemari. Kan, sekolahnya di tempat lama nanti siang,” ujar Nabila, bersama dua temannya yang lain, Nella dan Keyla, siswi kelas IX.

Disebutkan Kepala SMPN 25 Henhen Hendra, para guru dan murid datang untuk membersihkan dan merapikan ruangan kantor sekolah. Pantauan, perlengkapan kantor pun sudah didatangkan. Sejumlah pekerja menurunkan meja dan kursi dari mobil gerobak.

“Untuk ruang kelas di lokasi ini 24 ruang untuk kelas belajar dari kelas 7, 8, dan 9. Selain itu sarana ruang lain untuk perpustakaan, laboratorium IPA, Bahasa, dan dua komputer. Ini ada murid yang datang ikut bantu secara sukarela bersih-bersih. Kan, di sekolah yang di SDN Kedaung di sana itu belajarnya siang,” ujar Henhen Hendra.

Dijelaskannya, diusahakan, pada awal Maret 2020 ini sudah dapat digunakan untuk mengejar ujian nasional pada bulan April nanti.

“UN pada pertengahan April. Untuk murid kelas IX ada 319. Jumlah murid keseluruhan berjumlah 630-an orang,” sebutnya.

Pantauan di lokasi, gedung sekolah berlantai tiga ini sudah tampak megah bentuk huruf U berdiri di antara perumahan. Masih tampak para pekerja bangunan menyelesaikan pekerjaannya. Tampak di lantai tiga, ruangan belum selesai. Dinding belum diplester dan langit-langit belum selesai. Rangka atap masih kelihatan.

Di luar, turap untuk sekeliling lokasi sekolah ini masih dikerjakan. Ada bagian sebagian turap bagian belakang sekolah yang sudah longsor. Selain itu, perlu juga dibngun turap di parit yang melintasi di depan halaman sekolah. Tentu saja Dinas Tata dan Permukiman (Tarkim) mendesak untuk menyelesaikan gedung sekolah harapan masyarakat ini.

Kepala Bidang Pembangunan Disrumkim Kota Depok Suwandi menanggapi, secara volume bangunan SMPN 25 ini sudah dapat digunakan walau ada sebagian yang belum selesai. Maka kontraktornya diperintahkan untuk menyelesaikannya. Peraturan yang berlaku yang baru tidak ada tindakan pemberhentian pekerjaan walau belum selesai.

“Saat ini memakai azas kemanfaatan. Tidak ada cut off sebab, akan mengganggu sarana pelayanan publik bila dihentikan ketika proyek belum selesai dikerjakan. Sayang, apalagi seperti gedung sekolah. Kontraktornya harus menyelesaikannya. Setelah akhir Desember 2019 kemarin, maka akan ada denda per hari seperseribu dari nilai proyek. Pastilah kontraktor kan cepat menyelesaikan sebab kalau tidak, lumayan juga dendanya,” ujar Suwandi.

Lanjutnya, ada beberapa bagian yang masih ada pembenahan, pembersihan dan finalisasi bangunan. Terlambatnya penyelesaian lantaran ada beberapa bagian pembangunan yang diaddendum RAB-nya dari perhitungan di awal seperti rangka tiang baja bangunan yang dinilai kecil oleh kontraktornya. Hal ini menahan sedikit waktu mulai pekerjaan.

“Kan, mareka yang faham betul soal konstruksi bangunan. Selagi perencanaan oleh manusia saya yakin ada kekurangannya, kemudian, ketika dikerjakan oleh kontraktor ketika dihitung ulang, pasti ada selisih. Sedangkan Pemkot Depok membayar pekerjaan kontraktor sesuai dengan volume yang sudah dikerjakan sesuai perhitungan,” jelas Suwandi. (HIRA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *