oleh

Merugi, Peternak Ayam Akan Unjuk Rasa di Kementan

Jakarta, TribunAsia.com – Peternak ayam akan menggelar aksi unjuk rasa ke Kementerian Pertanian pada Rabu (22/1) mendatang. Massa yang akan berdemonstrasi tergabung dalam Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar Indonesia).

Demonstrasi ini dilakukan lantaran kebijakan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian telah membuat para peternak merugi hingga miliaran rupiah. Ketua Pinsar Pedaging Jawa Tengah, Parjuni mengatakan kebijakan yang merugikan tersebut berkaitan dengan pengurangan bibit ayam.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Jelasnya saat harga ayam turun pada 2019 lalu, pihaknya sudah meminta Kementerian Pertanian untuk mengurangi pasokan bibit ayam ke lapangan.

Pengurangan itu diminta akbiat kelebihan bibit ayam, sehingga harga ayam tertekan dan merugikan peternak. Saat ini Kementerian Pertanian sudah menyepakati untuk menurunkan pasokan bibit ayam sebanyak 7 juta ekor.

“Tetapi kenyataannya, pasokan hanya dikurangi 5 juta ekor. Artinya kan Dirjen Peternakkan tidak komitmen,” ungkapnya yang dikutip dari Antara, Senin (20/1).

Akibat kebijakan yang tidak konsisten itu, pasokan ayam di pasar menjadi melimpah. Kondisi tersbut berbuntut pada harga ayam hidup lepas kandang yang terjun bebas di bawah harga pokok produksi.

Dari data yang dimiliki Parjuni, saat ini harga ayam hidup lepas kandang berada di kisaran Rp.13.500-Rp.14.500 per kg. Sedangkan harga pokok produksi mencapai Rp.17.500-Rp.18.000 per kg.

Penurunan harga ayam tersebut membuat para peternak merugi hingga Rp200 juta per bulan yang kerugiannya telah ditanggung peternak selama 17 bulan belakangan ini.

Parjuni hanya bisa berharap, pemerintah bisa segera mencari jalan agar kondsi tersebut tidak berlangsung terus.

Di lain pihak, Dikutip dari CNN Indonesia Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Ketut Diarmita saat akan dimintai konfirmasi atas masalah ini menyatakan belum bisa memberikan penjelasan karena ia sedang sakit. (YG)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *