oleh

Awasi Pelaku Usaha Jasa, Pemkot Depok Pasang Alat Pemantau PPN Elektronik

Depok, TribunAsia.com ­- Upaya tingkatkan perolehan pendapatan asli daerah (PAD) Pemkot Depok memasang alat pemantau pajak online atau e-tax disejumlah restoran, parkiran, dan hotel. Pelepasan alat pajak elektronik ini langsung diawasi oleh Kepala Satgas Pengawasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Restoran Simpang Raya di Jalan Raya Margonda Kota Depok, Kamis (16/1/2020).

Disebutkan Wali Kota Depok Muhammad Idris, pemasangan alat pantau pajak ini adalah upaya untuk mengawasi pemungutan dan pelaporan pajak tidak langsung. Pajak ini adalah pajak penambahan nilai (PPN) yang dibayar oleh konsumen dan dipungut oleh pelaku usaha.

“Pemasangan alat ini adalah seperti pengawasan melekat. Jadi bisa menepis kecurigaan tentang pajak PPN yang dipungut dan jumlah yang disetor oleh pelaku usaha kepada pemerintah. Ini upaya meningkatkan PAD kita,” ujar Idris di Restoran Simpang Raya. Dilaporkan TribunAsia.com, Kamis (16/1/2020).

Lanjut Idris, tahap awal, ditargetkan pemasangan di 500 tempat restoran, hotel, dan parkir. Tahap selanjutnya disemua tempat usaha jasa. Masalah yang dihadapi adalah mahalnya harga per unit alat pajak ini. Untuk tahap awal ini pengadaan alat e-tax ini masih mendapat CSR dari bank milik Pemprov Jabar BJB.

Kepala Satgas Pencegahan Korupsi KPK, Sugeng Basuki. (Foto : Istimewa)

Dilain pihak Kepala Satgas Pencegahan Korupsi KPK Sugeng Basuki mengatakan pajak PPN ini dipungut dari konsumen sebesar 7 persen. Pemasangan alat pantau online pajak ini mendapat sistem sewa dari BJB dari pengadaan CSR perbankan pemerintah tidak menyalahi aturan keuangan sebab perputaran keuangan bank selalu lancar.

“Disediakan oleh BJB, bank pemerintah tak apa-apa. BJB menyewakan alat ini (kepada Pemkot Depok) seharga Rp500 ribu per bulan. Tidak menyalahi aturan. Juga, jangan juga penyediaan alatnya dibebani kepada pelaku usaha,” sebut Sugeng Basuki. (##)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *