oleh

Vaksin Anti Misinformasi Cegah Virus Perusak Persatuan Negara

Depok, TribunAsia.com – Kepala Program Studi Vokasi Humas UI Devie Rahmawati perwakilan Vokasi Humas UI, Rizki Ameliah (Siberkreasi) dan Giri Lukmanto (Mafindo) menerima Beasiswa dari Google untuk menghadiri Trusted Media Summit, APAC 2019 di Kantor Google Singapura,

Kegiatan ini merupakan ajang global yang luas karena dihadiri peserta yang berasal dari lebih dari 20 negara di antaranya Amerika Serikat, Australia, China, India, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Vietnam dan lainnya.

Selama satu minggu, para peserta hadir untuk mengikuti seminar, dialog dan workshop tentang upaya memerangi misinformasi di Kawasan Asia Pasifik. Kegiatan ini diselenggarakan oleh First Draft, IFCN dan Google News Initiative.

“Ini sebuah kesempatan yang sangat strategis bukan hanya untuk kami secara individu, tetapi juga untuk kolaborasi antara multistakeholder. Selama enam hari ini, kami dari pemerintah, lembaga swadaya masyarakat dan kampus memiliki kesempatan untuk berdiskusi secara sistematis, untuk melahirkan program konkret bersama menangkis serangan misinformasi. Siberkreasi, Mafindo dan Klindik Digital, langsung memulai gebrakan melalui Seminar dan Lokakarya “Literasi Digital & Etika Dunia Siber” di Solo, 13 Desember 2019 ini,” ujar Rizki Amalia, Wakil Ketua Umum, Siberkreasi seperti dilaporkan TribunAsia, Senin (16/12/2019).

Pertemuan lintas negara ini sangat membantu untuk menengok inisiatif global dalam upaya melahirkan vaksin anti virus misinformasi yang mengancam keutuhan dan kedaulatan negara.

“Program Vokasi Humas UI sudah memulai sebuah komunikasi awal untuk melakukan kolaborasi riset dan sosialisasi literasi media bersama dengan Sabariah Mohamed Salleh (Universiti Kebangsaan Malaysia), Songyi (Beijing Foreign Studies University), Robin Jindal (Central University of Punjab, India), Tham Nguyen (Hong Bang International University, Vietnam), Nobuyuki Okumura (Mushashi University, Tokyo) dan Tim dari Community Media Foundation (Korea Selatan). Bersama kelima organisasi ini, Vokasi Humas sudah merancang aktivitas safari berbagi ilmu imunisasi anti misinformasi di enam negara tersebut,” ujar Devie Rahmawati.

Dalam kesempatan ini, Devie, mewakili Indonesia dalam Media Literacy Bootcamp, berkesempatan untuk mempresentasikan hasil studi dan pengalaman melakukan aktivitas training media literasi di 9 kota bertajuk : Nusantara Hub. Digital Competence Project. Embracing Indonesia. Devie juga memimpin diskusi tentang “How have algorithms and attention economy influenced news and journalism”.

Keuntungan terbesar dari kegiatan ini ialah materi dari workshop oleh Masato Kajimoto dan Samantha Stanley (Universitas Hongkong) yang berisikan kurikulum hingga teknik melaksanakan training Literasi Media, yang dikembangkan oleh Center for News Literacy (CNL) Stony Brook University dan Journalism & Media Studies Center (JMSC). Keseluruhan materi yang matang dan komprehensif ini, dapat di-download secara GRATIS dan bebas untuk digunakan oleh seluruh peserta dimanapun dan kapanpun.

Adapun materi yang dimaksud berupa kurikulum, video-based lessons, youtube playlists, online courses and tools, bias and cognitive psychology, information disorder (“fake news”), case study, interactive games, images in news, media theories, number and statistics for journalists, blurred lines, ethics, source evaluation dan lain-lainnya.,” tambah Devie, penggiat aktivitas Klinik Digital.

Misinformasi telah mengguncang dunia. Di bidang politik, virus ini terbukti telah berhasil mengganggu dan merusak keutuhan sebuah bangsa. Di bidang kesehatan, dampaknya juga telah berhasil menghilangkan nyawa manusia. Tidak ada satupun aspek kehidupan yang imun dari virus ini. Untuk itu, semua materi kurikulum ini meringankan kami untuk tinggal menyesuaikan dengan konteks Indonesia. Mengingat percepatan aliran misinformasi, melebihi produksi informasi-informasi yang kredibel. (HIRA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *