oleh

Ditjen PAS Akan Ubah Nomenklatur 24 Lapas Umum Menjadi Lapas Narkotika

Jakarta, TribunAsia.com – Langkah progresif upaya Pemberantasan Narkoba di Rutan, Lapas dan LPKA . Ditjen PAS sedang mengusulkan 24 Lapas umum untuk diubah nomenklaturnya menjadi Lapas khusus narkotika dan pembentukan 3 lapas khusus narkotika baru.

Lebih lanjut, sebanyak 21.540 narapidana kasus narkoba pada 2020, Ditjen PAS memberikan kesempatan untuk mendapatkan rehabilitasi, yang meliputi rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Ditjen PAS juga akan melaksanakan crash program melalui Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB) dan Cuti Menjelang Bebas (CMB) bagi barapidana penyalahguna narkoba yang memenuhi syarat.

“Selain memang memberikan kesempatan bagi penyalahguna untuk mendapat rehabilitasi di luar Lapas. Crash program ini juga langkah menanggulangi overcrowded yang sudah sangat parah,” kata Utami, Minggu (15/12/2019).

Baca Juga : Langkah Strategis Dirjen PAS Hadapi Modus Penyelundupan Narkoba di Lapas/Rutan

Di masa mendatang nanti, “Kami juga tengah mengupayakan adanya terobosan hukum berupa amnesti kemanusiaan bagi narapidana penyalahguna narkoba. Mereka akan direhabilitasi dengan keluarganya, atau jika tidak mampu akan direhabilitasi oleh negara,” tambahnya.

Dirjen PAS Sri Puguh Budi Utami menjelaskan, akan menindak tegas segala penyelewengan oleh siapa pun baik petugas maupun WBP dalam memberantas peredaran narkoba di Lapas dan Rutan.

“Apabila jelas terbukti dan dapat dibuktikan secara hukum ada keterlibatan mereka dalam peredaran narkoba, disertai dengan bukti yang riil dan relevan. Kami akan langsung menindak tegas. Kami sangat terbuka bekerjasama dengan penegak hukum lainnya, terbuka terhadap segala bentuk informasi,” tegas Utami. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *