oleh

Workshop Hasil Evaluasi Implementasi Sistem Tata Kelola Keuangan Desa 2.0 Kabupaten Mamasa 2019

Jakarta, TribunAsia.com – Disahkannya UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa telah membawa perubahan yang besar terhadap pemerintahan desa. Desa diberikan kesempatan untuk mengurus tata kelola pemerintahannya sendiri, termasuk pengelolaan keuangannya, serta melaksanakan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat desa.

Implementasi UU Nomor 6 tentang Desa ini selaras dengan Program Pembangunan Nasional yang tertuang dalam RPJM Nasional 2015-2019 yaitu “Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka NKRI”. Hal tersebut disampaikan dalam Siaran Pers Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dibilangan Pramuka, Jakarta Timur, Jum’at (13/12/2019).

Kebijakan pemerintah mengucurkan Dana Desa dengan jumlah yang semakin meningkat mulai dari 20 Trilliun pada tahun 2015 hingga 70 Trilliun pada tahun 2019 merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk meningkatkan pembangunan desa. Secara rata-rata Dana Desa disalurkan tidak kurang dari Rp 858 juta/desa yang digunakan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Hal ini untuk pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.

Dana Desa ditransfer pemerintah pusat melalui kabupaten/kota ke desa dan dikelola secara mandiri oleh pemerintah desa. Selain Dana Desa, pemerintah desa juga mengelola Alokasi Dana Desa (ADD), Pendapatan Asli Desa, Bagi Hasil Pajak/Retribusi, bantuan keuangan kabupaten/kota, dan bantuan keuangan provinsi. Seluruh sumber pendanaan tersebut dikelola oleh pemerintah desa dalam kerangka Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) sesuai Permendagri 20 Tahun 2018.

Dalam rangka meningkatkan akuntabilitas tatakelola keuangan desa BPKP bersama Kemendagri telah mengembangkan aplikasi Sistem Takelola Keuangan Desa (SISKEUDES). Pengembangan aplikasi Siskeudes telah melalui perjalanan sejarah yang panjang. Pada awalnya BPKP mengembangkan aplikasi Simda Desa yang uji coba pertama kali di Kabupaten Mamasa pada bulan Juni 2015. Saat ini aplikasi tersebut telah bertransformasi menjadi Aplikasi Siskeudes yang pengembangannya dilakukan oleh BPKP bersama Kemendagri. Aplikasi Siskeudes telah digunakan oleh 69.574 desa atau 92,82% dari total 74.954 desa di Indonesia.

Sebagai daerah yang pertama kali menggunakan aplikasi Sistem Keuangan Desa, Kabupaten Mamasa senantiasa berkomitmen menerapkan Aplikasi Siskeudes. Seluruh desa di Kabupaten Mamasa telah menerapkan Aplikasi Siskeudes dan menciptakan praktik-praktik yang baik dalam implementasinya. Pemerintah Kabupaten Mamasa telah menetapkan regulasi keuangan desa, memfasilitasi penyelenggaran bimtek dan pelatihan bagi pemerintah desa, membentuk satuan tugas, dan menyediakan help desk keuangan desa.

Hal ini untuk mendukung akuntabilitas dan transparansi tatakelola keuangan 168 desa di Kabupaten Mamasa. Workshop Hasil Evaluasi Implementasi Siskeudes dalam Tatakelola Keuangan Desa di Kabupaten Mamasa dilaksanakan sebagai bentuk telaah dan menetapkan tekad bagi semua pihak, baik jajaran pemerintah daerah maupun pemerintah desa, untuk senantiasa meningkatkan tatakelola keuangan desa di Kabupaten Mamasa.

Kegiatan workshop ini dihadiri oleh Bupati Mamasa, Sekretaris Daerah Kabupaten Mamasa, Direktur Pengawasan Penyelenggaraan Akuntabilitas Keuangan, Pembangunan, dan Tata Kelola Pemerintahan Desa BPKP, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat, Inspektur Provinsi Sulawesi Barat, Tim Pengembang BPKP Pusat, Perwakilan BPKP Sulawesi Barat, Jajaran OPD di lingkungan Kabupaten Mamasa, dan seluruh Kades beserta perangkat desa di Kabupaten Mamasa.

Akhirnya, diharapkan Aplikasi Siskeudes dapat memberikan manfaat sehingga tatakelola keuangan daerah dan desa menjadi semakin transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan. Bersama Siskeudes Kabupaten Mamasa menuju pembangunan masyarakat desa yang adil, makmur, dan sejahtera. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *