oleh

Batal Eksekusi, Warga Puri Intan Menghitung Hari

Tangsel, TribunAsia.com – Setelah berhasil menegoisasi dengan pihak Kemenag RI dan Kampus Islam UIN Tangsel, Tim kuasa hukum warga Puri Intan H.M Sirot SH meminta tim eksekusi supaya menunda pembongkaran paksa.

Dalam keterangannya HM Sirot menjelaskan bahwa siap melakukan pembersihan dan membongkar sendiri dan dirinya juga sudah berkomunikasi keberatan dengan jaksa dan tim eksekusi

“Intinya kkita bongkar ini dengan rapih, minta bongkar sendiri barang-barang bisa dipakai lagi, warga tidak neko-neko dan kita jamin tidak akan ingkar.

“Intinya!, tidak sampai sebulan kok, kita sudah menyampaikan keberatan dan warga tidak akan ingkar kok, itu saja,” jelas Sirot kepada awak media, siang tadi (12/12/2019).

Diketahui adanya perampasan tanah warga oleh Kampus Islam UIN Ciputat berdasarkan adanya putusan pidana Sugriwo yang telah dipidana, Padahal sebelum kasus Sugriwo berlangsung warga telah membeli secara sah dan sebagai konsumen yang baik tentunya dibeli pun secara teliti dan melalui hukum jual beli yang sah, jika merunut secara dokumen pun UIN sama sekali tidak memiliki kepemilikan tanah warga tergusur dan tidak sah.

“Warga Masih memiliki hak perdata sebab belum dibatalkan dan masih sah, saat ini kasus pidana karena keputusan pengadilan tetapi upaya hukum tetap berjalan dan perdatanya belum ya nanti akan kita tuntut kembali,” tegas Sirot.

Sementara dalam hasil negoisasi diputuskan terhitung hari ini hingga satu bulan kedepan eksekusi ditunda hingga menunggu kepastian dari warga untuk membongkar sendiri sambil menghitung hari.

Terpisah bagian umum Kemenag yang enggan disebutkan namanya dalam penyampaiannya dihadapan masyarakat dan pejabat terkait memberikan kelonggaran sampai batas waktu yang di sepakati.

“Pagi ini tim eksekusi ingin mengembalikan aset kepada UIN dan Kami minta warga membongkar sendiri sesuai permintaannya,” tukasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *