oleh

Akun @digeeembok Tuding Direksi Garuda Terlibat Perdagangan Pramugari

Jakarta, TribunAsia.com – Beberapa hari belakangan ini, sejak skandal penyelundupan motor Harley Davidson, dan sepeda Brompton yang melibatkan lima direksi Garuda Indonesia, beredar di media sosial pramugari-pramugari yang diduga menjadi simpanan pejabat Garuda Indonesia.

Salah satu akun di media sosial Twitter yang aktif mencuitkan hal itu adalah @digeeembok.

“Gerombolan Ari Akshara, Heri Akhyar dan Roni Eka Mirsa adalah TRIO LENDIR. Roni Eka Mirsa aka ‘PROVIDER’ paham banget manfaatin celah Pramugari untum jadi santapan direktur atau setoran ke Pejabat,” tulis akun @digeeembok.”Germo Jahat bernama: Roni Eka Mirsa,” tulis @digeeembok di cuitan lainnya.

Sementara itu sumber lain dari Ayo bekasi net, yang kami kutip dari suara.com memberitakan adanya Mantan pramugari maskapai Garuda Indonesia (GI) membenarkan sejumlah unggahan akun Twitter @digeeembok soal prostitusi di maskapai pelat merah tersebut.

Bahkan, mantan pramugari itu mengakui mempunyai kesaksian sendiri mengenai petinggi Garuda Indonesia yang disebut dalam akun tersebut.

Pramugari ini, sebut saja Kamboja, bekerja di Garuda sejak 2010. Dia mengaku tidak kaget dengan cuitan akun Twitter @digeeembok ketika membuka aib para direksi di era kepemimpinan I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra alias Ari Ashkara yang akhirnya dipecat.

“Itu (cerita soal prostitusi di Garuda) benar. Benar, benar, benar sekali,” katanya secara eksklusif seperti dilansir Ayobekasi.net—jaringan Suara.com, Senin (9/12/2019).

Salah satu cuitan @digeeembok tentang prostitusi ini berbunyi, ‘’Germo Jahat yang memperlakukan pramugari sebagai ‘pelacur’ adalah seorang VP Awak Kabin Garuda. Teman-teman dekatnya atau pilot-pilot senior memanggil dia dengan panggilan ‘Provider’. Mau tahu siapa dia? Pak @erickthohir nih kualitas pegawai BUMN dah kaya germo.”

Kamboja mengaku tahu bahkan mengenal orang yang dimaksud. Saat dia bekerja, salah seorang pejabat yang dimaksud merupakan VP Cabin Crew, dan kejahatan yang disebut sudah berlangsung sejak sangat lama.

Bahkan, sebelum Ari Ashkara menjadi bos Garuda. “Dari dulu dia sudah begini, tapi beda kasusnya bukan ngejual pramugari ke petinggi, tapi lebih ke thread nomor 82 yang dicuit @digeeembok,” ujar Kamboja.

Masih menurut pengakuan Kamboja, dulu salah seorang pejabat tersebut ‘bergerilya’ secara tertutup atau diam-diam karena petinggi Garuda di masa lalu berbeda karakter dengan Ari Ashkara dan kawan-kawan.

Namun, sekarang ini dia lebih ‘terbuka’ karena didukung oleh bos-bos tadi, yang juga satu pikiran dengannya.

“Dari dulu kan dia main ‘halus’ sendirian karena atasan-atasan enggak ada yang kayak dia. Beda sama sekarang. Dia berani karena petingginya pun sekelas sama dia. Makanya baru ketahuan sekarang,” katanya.

Secara pribadi, Kamboja mengaku tidak pernah ‘ditawari’ aneh-aneh oleh salah seorang pejabat tersebut semasa bekerja dulu.

Namun, banyak teman-temannya yang punya pengalaman langsung dengan orang ini. Entah di-PHK karena tidak mau ‘ditiduri’, maupun ‘syarat khusus’ untuk kembali bekerja di Garuda.

“Aku berharap kasus ini jadi titik awal kebangkitan Garuda, dan pemerintah atau pihak berwenang bisa mengusut kasusnya secara tuntas,” ujar Kamboja.

Vice Presiden Corporate Communications Garuda Indonesia Ikhsan Rosan memilih tak berkomentar mengenai dugaan prostitusi itu.

Hal inilah yang membuat Vice President Cabin Crew PT Garuda Indonesia Roni Eka Mirsa akhirnya gerah juga terhadap cuitan akun Twitter bernama @digeeembok yang menyebut dirinya germo pramugari Garuda Indonesia.

Roni mengambil langkah hukum dengan melaporkan akun Twitter tersebut ke Polisi Sektor Bandara Soekarno Hatta.

“Ya, betul (melaporkan akun tersebut),” kata Roni kepada suara.com, Selasa (10/12/2019).

Roni melaporkan akun tersebut karena dinilai telah memfitnah dirinya melalui serial tulisan di Twitter.

“Saya di fitnah makanya saya melaporkan,” katanya.

Roni tak menjelaskan kapan dia melaporkan akun Twitter tersebut ke Polisi Sektor Bandara Soekarno Hatta.

 

Catatan:

Ayobekasi.net dapat mempertanggungjawabkan isi berita di atas sesuai ungkapan dari mantan pramugari Garuda Indonesia, yang juga bisa dibuktikan secara hukum. Nama asli narasumber sengaja disembunyikan sesuai Kode Etik Jurnalistik yang berlaku. (GN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *