oleh

Janjikan Masuk PNS Drs.Herman Tipu Hingga Miliaran dari Ratusan Korban

Jakarta, TribunAsia.com – Janjikan masuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) Drs. Herman tipu korban hingga miliaran rupiah. Dalam pemeriksaan dipersidangan, Herman tak segan-segan meminta uang pelicin kepada korban untuk memuluskan CPNS.

Namun, janji terdakwa tidak bisa dibuktikan dan korban yang telah dirugikan lenyap mulai dari Rp 50 juta hingga bervariasi jumlahnya. Diperkirakan puluhan orang hanya sebatas mimpi menjadi PNS/ASN akibat ulah Drs. Herman.

Majelis Hakim PN Jaktim mengkritisi tuntutan dari JPU yang mengesampingkan rasa keadilan. Diperkirakan, dari jumlah uang korban yang sudah dimakan terdakwa hingga melebihi miliaran rupiah.

Kata Kadwanto, SH dihadapan Drs. Herman, ” Saudara dituntut berapa tahun, 3 tahun 6 bulan ya ?,” tanya hakim kepada Terdakwa, Senin (9/11/2019).

Sidang yang berjalan singkat tersebut, diutarakan Majelis Hakim merupakan catatan serius bagi JPU. Karena, dihadapan Terdakwa dengan tuntutan 3 tahun 6 bulan justru dia merasa iba kepada para korban ditipu dengan iming-iming jadi PNS.

“Ini kritikan untuk Kejaksaan, kasian ini korban ratusan orang (terdakwa) diistimewakan,” tegas dia dengan didampingi Tirolan Nainggolan, SH dan Tarigan Muda Limbong, SH.

Duduk selaku penuntut umum kala itu dihadiri oleh Handri Dwi Z, SH sebagai Jaksa pengganti dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur. Untuk perkara itu sendiri ditangani oleh Isfardy, SH dari Kejati DKI Jakarta dengan Nomor Perkara 1031/Pid.B/2019/PN Jkt.Tim.

Terdakwa dalam persidangan sempat mengakui dan menyesal atas tindakannya yang merugikan calon pelamar PNS. Dia mengatakan, mendatang dirinya tidak akan mengulangi perbuatan tersebut. Drs. Herman dijerat dengan pasal Penipuam yakni Pasal 378 dan 372 KUHP.

Sebelumnya, dia memasuki ruang sidang dengan mengunakan kursi roda dan seorang diri menghadapi proses hukum tanpa didampingi pengacara.

“Saya menyesal saya tidak akan mengulangi kembali,” ujar Terdakwa. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *