oleh

Pedagang Kue Putu Tewas Tersambar Kereta di Perlintasan Buaran

Jakarta, TribunAsia.com – Pedagang kue putu tewas tersambar kereta api diperlintasan jalur cepat tak jauh dari Stasiun Buaran, Jakarta Timur. Kereta Api Walahar Ekspres dari arah Bekasi ke Jakarta menghantam korban di perlintasan double track (jalur ganda) terletak di Buaran 1, RT 04 RW 08, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan cakung.

KA Walahar Ekspres itu sendiri dengan rute perjalanan Purwakarta Jawa Barat hingga Stasiun Tanjung Priok.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Menurut Toto, korban biasa menyebrang jalur perlintasan KA double track (jalur ganda) berkeliling kampung menjual kue putu dengan cara dipikul.

Ia menambahkan, saat itu, dia bersama jama’ah Musholla Sirojul Huda lainya selesai menunaikan ibadah shalat Ashar dan mendengar suara keras dari perlintasan kereta. Dia juga menemukan serpihan kaca yang terpental akibat tabrakan itu dan pecahan kaca masuk hingga kedalam aula Mushalla.

“Tau-taunya (suara) bledak aja. Pokonya saya bertiga selesai shalat ashar diaula (mushalla). Arah Timur (dari Jawa ke Jakarta),”  ujar Toto kepada TribunAsia.com dilokasi kejadian pada Minggu petang ,(8/12/2019).

Kemudian, dia menjelaskan, Rosadi (69) biasa berkeliling menjual kue putu di sekitar wilayah Buaran 1. Selain itu, diperkirakan oleh Toto usia korban pedagang kue putu tersebut memasuki usia 60 tahun lebih.

“Kurang lebih (usia) 60-an memang dia tiap hari lewat sini,” singkat dia.

Sementara, Ketua Rukun Warga (RW 08) Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur mengatakan kejadian kecelakaan yang menewaskan pedagang kue putu tersebut terletak di Buaran 1, RT 04 RW 08.

Kata Abdul Halim, korban tinggal di RT 03 RW 08 dan dia mengetahui informasi kejadian itu dari warga sekitar. Atas informasi dari warga, dia langsung meluncur ke lokasi perlintasan kereta melihat Rosadi sudah tak bernyawa.

“Tadi ada warga laporan saya dirumah meluncur kesini. Dari arah dalam tiap hari dagangnya keliling kampung, dia dagang kue putu sama kelepon,” ungkapnya.

Sekedar informasi, sebelumnya warga telah meminta ke pihak PT. Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mendirikan pagar disekitar stasiun Buaran demi keselamatan warga.

Upaya untuk mengantisipasi kecelakaan disampaikan Halim, sebab disepanjang perlintasan double track stasiun Buaran hingga kini belum terpasang pagar besi agar menjamin keselamatan warga.

“Dulu udah disampaikan tapi alesan nggak ada dana dan nyampein ke pusat. Dua kali nggak ketemu kepala stasiun,” tandasnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *