oleh

Renungan

TribunAsia.com

Pada Zaman Nabi Musa As ada sepasang suami istri yang hidup dalam kesusahan dan kefaqiran bertahun-tahun,

Sampai suatu malam ketika keduanya akan istirahat, sang istri bertanya kepada suaminya :

“Wahai suamiku bukankah Musa adalah utusan Allah?”

Suaminya menjawab : iya betul.

Istri : “Mengapa kita tidak menghadapnya dan mengadukan keadaan kita kepadanya agar dia memohon kepada Allah,

Sehingga kita bisa menghabiskan sisa usia kita dalam keluasan rizki?”

Suami : ide yang bagus wahai istriku.

Di pagi harinya keduanya bergegas menghadap Nabi Musa As dan menyampaikan hajatnya kepada beliau.

Lalu Nabi Musa memohon kepada Allah agar sepasang suami isteri tersebut diluaskan rizkinya.

Maka Allah mengabulkan permintaanya tapi itu hanya 1 tahun saja.

Nabi Musa As pun menyampaikan kabar baik tersebut kepada mereka,

Dan mengingatkan mereka juga bahwa itu hanya 1 tahun saja, lalu mereka menyetujuinya.

Setelah itu rezeki datang kepada mereka dari segala penjuru tanpa mereka bayangkan,

Sehingga mereka bisa hidup dalam kecukupan dan kebahagiaan.

Sang isteri berkata kepada Suaminya :

“Bukankah kita akan seperti ini hanya 1 tahun saja?”

Suami : iya betul

Istri : “Mengapa kita tidak gunakan kesempatan ini untuk berbuat baik.

Sehingga apabila nanti kita dalam kesulitan, mereka akan ingat kepada kebaikan kita.”

Suami : tepat sekali wahai istriku.

Setelah itu mereka membangun rumah di persimpangan jalan yang dilalui oleh musafir dari 7 arah,

Dirumah tersebut  dibuatkan 7 pintu yang menghadap setiap jalan,

Sehingga keduanya bisa menjamu para musafir yang melewati rumat tersebut.

Mulai sejak itu mereka berdua sibuk membuat makanan untuk para tetamu yang datang siang dan malam,

Dan haripun berganti minggu,  minggu berganti bulan, dan bulan berganti tahun dan mereka terus dalam keadaan rezkinya bertambah..

Akhirnya Nabi Musa As bertanya kepada Allah :

“Bukankah mereka akan Engkau luaskan rizkinya satu tahun saja?”

Allah berfirman :

“Ya Musa…  Aku bukakan kepada mereka satu pintu karuniaku

Sedangkan mereka membukakan 7 pintu kedermawanan,  maka aku malu kepada mereka,

Apakah mereka lebih pemurah dan dermawan dari-Ku ..?”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *