oleh

Gugatan Praperadilan PT Amoeba dan PT AWI Ditolak, Eksepsi Polres Lumajang Serupa Alami Penolakan

Kediri, TribunAsia.com – Gugatan PT Amoeba dan PT AWI ditolak Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, selain itu dikatakan Solihin HD penolakan itu serupa dialami dalam kesempatan eksepsi Polres Lumajang.

Dia mengatakan, setelah putusan praperadilan antara PT Amoeba dengan PT AWI, Hakim PN Kabupaten Kediri yang dipimpin oleh Guntur Pambudi Wijaya justru tidak mempertimbangkan keseluruhan bukti-bukti yang ada.

“Kami rasa Hakim tendensius dalam mempertimbangkan bukti tentang P1, P2 karena scan-an (scan) itu diambil dari email yang dapat dijadikan alat bukti juga dan itu bisa dicek kebenarannya di Bareskrim Polri dan Polda Jatim ,” terang dia kepada wartawan, Jum’at (6/12/2019).

Kemudian, dia menambahkan, perkara pidana tersebut sebelumnya telah di SP3 baik ditingkat Mabes Polri maupun di Polda Jatim itu sendiri.

“Perkara sudah dihentikan Mabes Polri dan Polda Jawa Timur itu tidak dibantah oleh termohon (Polres Lumajang),” kata Solihin.

Praperadilan dilayangkan karena tindakan penyidik yang melakukan penggeledahan dan penyitaan barang-barang milik PT Amoeba dan PT AWI dianggap tidak sesuai prosedur. PT Amoeba dan PT AWI beberapa waktu lalu mengajukan praperadilan terhadap Tim Cobra Polres Lumajang.

“Kalau itu dipertimbangkan secara cermat dan benar maka selesai sudah perkara kita dan itu faktanya. Tentunya harus dipertimbangkan subjek suratnya tentunya dengan bukti-bukti scan-an atau foto copy-nya,” tambahnya.

Diutarakan dia, Hakim PN Kabupaten Kediri yang dipimpin oleh Guntur Pambudi Wijaya tidak mempertimbangkan keseluruhan bukti-bukti yang ada.

Solihin HD mengatakan, “Praperadilan ditolak bisa saja, tetapi yang harus digarisbawahi bahwa prosedural penyidikan apakah sudah sesuai apa belum. Belum masuk ke materi pokoknya, yang penting materi pokoknya apakah mereka memenuhi unsur-unsurnya bisa P21,” sambungnya.

Ia memaparkan, “Faktanya ada rill buktinya itu, dan bukti inilah yang bisa menghentikan perkara. Blunder ini, karena tidak bisa dipertimbangkan akhirnya kemana-mana. Kemudian jelas benda-bendanya ada di PT AWI, apa bisa itu penyidikan itu saksi tidak ada. PT AWI tidak pernah disidik sama sekali hanya dihubung-hubungkan dalam perkara ini,”  jelas dia lagi. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *