oleh

GOWA : Enggartiasto Lukito Ngotot Impor, 20 ribu Ton Beras Busuk

Jakarta, TribunAsia.com – Direktur Eksekutif Government Watch (Gowa) Andi Syahputra mengatakan, adanya 20 ribu ton beras impor karena Enggartiasto Lukita, Mendag kala itu yang ngotot untuk melakukan impor.

Padahal saat para petani sedang panen raya. Tapi Enggar tidak mengindahkan kritik yang menyebut impor akan membuat Indonesia kelebihan beras dan akan berujung sia-sia karena beras akan busuk. Tidak heran Kabulog, Buwas, sangat marah lantaran Enggar tetap memaksakan impor.

“Akibatnya, saat ini dari 20 ribu ton beras impor membusuk. Artinya, pemerintah mengalami kerugian ratusan miliar rupiah,” paparnya.

Menurutnya, dalam kasus impor beras mubazir tersebut maka pihak yang pertama kali harus disalahkan adalah Enggar. KPK atau kejaksaan harus proaktif menelusuri kenapa beras impor itu sampai busuk.

Enggar harus menganti kerugian itu sebesar jumlah nilai impor beras yang telah dikeluarkan pemerintah.

“Penegak hukum bisa menggunakan pasal pidana atau pasal penyalahgunaan kekuasaan yang menyebabkan kerusakan barang milik pemerintah atau mensengaja memaksakan pembelian barang yang diketahui tidak dibutuhkan. KPK sangat lamban menangani kasus ini.

Padahal sudah ada bukti permulaan yang cukup agar kasus ini bisa diungkap dan pelakunya dapat dijerat secara hukum,” jelasnya. (GN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *