oleh

Duh, 20 Ribu Ton Beras Bulog Busuk, Siapa yang Bertanggung Jawab ?

Jakarta, TribunAsia.com – Perum Bulog meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyiapkan ganti rugi atas beras 20 ribu ton yang terancam di-disposal atau dibuang.

Hal itu sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan), di situ disebutkan beras yang telah disimpan lebih dari empat bulan atau berpotensi mengalami penurunan mutu harus di-disposal.

Menaggapi hal itu, Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto akan segera mencari solusi untuk menanggulangi 20.000 ton beras Bulog yang turun mutu dan terancam busuk.

Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tersebut diketahui telah disimpan selama 4 bulan. Mendag Agus akan segera menggelar rapat mencari jalan keluar masalah ini dalam waktu dekat.

Jadi 20.000 ton itu (beras) sudah agak lama, kita akan evaluasi kemungkinan hari ini kita rapatkan, supaya ada solusinya.

Terkait dengan hal ini, Perum Bulog dikabarkan akan melelang beras turun mutu tersebut. Namun, Agus masih belum bisa menanggapinya.

“Nanti, belum diputuskan kebijakannya. Kita kan tidak kerja sendiri, kita harus bekerja sama tim, dengan kementerian lain,” kata Agus .

Wacana pelelangan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian nomor 38 Tahun 2018 tentang pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah. Adapun lelang tersebut guna menghindari pemusnahan beras yang mengalami penurunan mutu.

Permentan yang mengatur itu adalah Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Masalahnya ketika Permentan sudah ada, di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belum ada aturan untuk menganggarkan ganti rugi.

“Ini kami sudah usulkan. Kami sudah jalankan sesuai Permentan. Tapi untuk eksekusi disposal, anggarannya tidak ada. Kalau kami musnahkan gimana penggantiannya,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa saat ini Kemenkeu melalui Badan Kebijakan Fiskal (BKF) masih dalam tahap mengkaji payung hukum tersebut. Itu menurutnya bakal memakan waktu.

“Sekarang masih dikaji di BKF. Dan bisa lama sampai 6 bulan,” sebutnya.

Sebelum ada Permentan di atas, Bulog biasanya mengolah beras yang kualitasnya sudah turun, alias tidak dimusnahkan.

“Kami belum pernah disposal sebelumnya. Biasanya kami kalau ada beras berpotensi kualitas turun kami olah kembali,” tambahnya. (GN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *