oleh

Penipuan Biaya Perjalanan Haji Capai Miliaran Bersumpah, Mahdi: Kalau Saya Berdusta Saya Dilaknat

Jakarta, TribunAsia.com – Mahdi Alatas didakwa melakukan penipuan dengan nominal kurang lebih Rp. 1,3 Miliar mengakui bahwa dirinya memang mempunyai utang, namun tidak sebanyak itu. Muhammad Mahdi Alatas ditetapkan sebagai terdakwa dengan dugaan melanggar Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP terkait ongkos perjalanan haji.

“Objektifnya saya akui punya utang, saya punya utang tapi jumlah tidak segitu. Saya dibilang tidak pernah melakukan pembayaran, saya melakukan pembayaran bukti-bukti transfer jelas,” kata Mahdi, Selasa (3/13/2019).

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)

“Saya Islam, demi Allah demi Rasulillah, demi anak isteri saya dan keluarga saya, saya bersumpah kalau saya berdusta saya dilaknat,” sambungnya dipelataran PN Jaktim.

Selain itu, Ahmad Haidar selaku pelapor menilai ada yang kurang dari dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Ada satu yang tidak dibicarakan Jaksa Penuntut Umum tentang undang-undang TPPU tidak dibicarakan jaksa,” ujarnya.

“Kan harus dibuka kemana uang jamaah biar jelas, biar clear,” beber dia lagi.

Terkait kasus tersebut, Haidar memastikan bahwa dialah yang di Zalimi, bukan terdakwa. Habib Muhammad Mahdi Alatas jalani sidang pertama dengan agenda dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim).

“Siapa yang dizalimi. Uang saya kemana sudah 3 tahun saya nunguin,” sebut korban yang dirugikan.

“Bukti ada cek palsu dia sendiri yang nulis di rumahnya sendiri dan itu dana tidak ada pas dicairkan, penipuan dicek itu fotonya komplit,” ungkapnya.

Menanggapi jumlah hutang yang menurut terdakwa tidak seperti yang didakwakan, Haidar memastikan bahwa terdakwa mengetahui jumlahnya.

“Dari mana, orang yang nulis cek dia sendiri dia tau jumlahnya sekian dan dia mengakuin,” tutur dia.

Perlu diketahui, beberapa bulan lalu, menurut Haidar ada dua kali pertemuan terdakwa dengan Kuasa Hukumnya, dan dijanjikan akan dibayar, karena sedang pengajuan KPR namun tidak terealisasi.

“Ketemu di sebuah restoran abunawas, kita ada dana 1.5 miliar, masuk insya Allah hari rabu, saya akan pindahkan kerekening kita paling lambat kamis, tapi tidak ada juga,” tandasnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *