oleh

BRI Cabang Kalimalang Serahkan ke Legal Officer Penyalahgunaan Data Nasabah KUR

Jakarta, TribunAsia.com – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur serahkan proses hukum kekantor wilayah BRI dijalan Veteran. Kepala Cabang BRI Kalimalang enggan menemui wartawan hal tersebut disampaikan oleh Suryatman petugas sekuriti setempat.

Kata dia, Kepala Cabang BRI sedang keluar kantor dan disarankan untuk konfirmasi ke legal officer, sebab kantor cabang tersebut hanya melayani pelayanan nasabah.

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)

“Ke LO, (legal officer) Divisi hukum kanwil paling bapak bisa konfirmasi kesana kita udah nggak ada wewenang. Kita punya tingkatannya, unit, cabang, cabang ke kanwil jadi bukan kami yang ngurusin,” ujar dia kepada TribunAsia.com, Selasa (3/11/2019).

Ia menambahkan, keterangan tersebut atas perintah kepala cabang BRI Kalimalang. Terlebih, petugas sekuriti juga mengulang dan menjelaskan tentang permasalah data nasabah yang disalahgunakan oleh marketing BRI untuk pengajuan KUR.

Permasalah muncul ketika, Jonny Martin ingin mengajukan kredit usaha rakyat  (KUR) di BRI namun data tersebut telah digunakan oleh oknum BRI. Anehnya, dia tidak pernah mendapat informasi perihal pengajuan kredit itu. Kejadian itu baru diketahui oleh dia saat ditawarkan melengkapi syarat pinjaman di BRI Syariah.

“(Mengarahkan) Kepala unitnya, Pak Ace. Kepala cabang lagi keluar kita sudah serahkan kasus hukumnya ke kanwil disini hanya bisnisnya. Kalau ada kasus hukum ada bagiannya,” ungkapnya.

Sementara, Jonny Martin selaku korban mengatakan data-data miliknya tidak pernah mengajukan KUR ke BRI. Ia menjelaskan, pada bulan Juni 2019 BRI Syariah menawarkan dia untuk kredit usaha lalu persyaratan itu dilengkapi.

Namun, keesokan harinya, Jonny terkejut karena dia mendapatkan informasi dari Bank Indonesia (BI) tentang laporan checking. Sekedar tambahan, BI checking, yaitu laporan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia yang berisi riwayat kredit/pinjaman seorang nasabah kepada bank atau lembaga keuangan non bank.

“Dibulan Juni 2019 ada yang nawarin dari BRI Syariah untuk menganjukan KUR kesini (tempat usaha di Pondok Kelapa) untuk menawarkan kebetulan memang kita butuh dana dan setelah itu pihak BRI Syariah minta foto kopi KTP suami istri. Besoknya langsung informasi, kalau saya sudah kena BI Chekking,” keluh dia.

Atas kejadian itu, dia pun mendatangi kantor BRI terdekat tentang data-data pribadinya dimanfaatkan oleh oknum marketing BRI tanpa sepengetahuan dia. Jonny pun sempat disarankan membuat pernyataan oleh pihak BRI setelah konsultasi masalah BI Checking karena dia sendiri tidak pernah menerima pinjaman kredit.

“Intinya saya disuruh untuk membuat pernyataan bahwa kalau yang ada di BI Checking itu bukan saya,” tegas korban.

Kini pihaknya tengah mengajukan upaya hukum ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur karena merasa dirugikan oleh oknum BRI. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *