oleh

Setelah Jamaah First Travel Tunggu Berbulan-Bulan, Putusan PN Depok Bikin Kecewa

Depok, TribunAsia.com – Hari ini, Senin (2/11) PN Kota Depok menetapkan putusan pada tuntutan 3200 orang jamaah calon umrah yang kena tipu PT First Travel (FT). Putusan ini mengecewakan ribuan jamaah. Ratusan jamaah yang hadir dipersidangan yang sering ditunda-tunda ini tak bisa menyembunyikan kekecewaan beratnya. Ada sekitar 63 ribu lebih orang yang batal diberangkatkan umrah dua tahun yang lalu ini pasca FT kena delik pidana penipuan dan penggelapan.

Pasca kasus ini ditangani aparat hukum berhati mulia di NKRI dengan vonis Majelis Hakim bahwa aset sitaan afie First Travel disita untuk negara. Hal ini menyebabkan warga negara yang jadi korban tidak terima. Mareka menuntut perdata kepada pihak manajemen FT, dan Kejaksaan Agung Cq Kejari Depok. Namun mareka tidak menggugat Mahkamah Agung (MA).

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)

MA memutuskan aset berkaitan jamaah umrah FT ini disita oleh negara. Padahal tuntutan Jaksa dalam persidangan pidana adalah kembalikan kepada jamaan. Hal ini disebutkan Budi Santoso seorang, korban di PN Kota Depok, Senin (2/11/2019).

“Hakim gak berperiekmanusian masak menolak tuntutan kami. Perlakuan seperti ini sudah sering kami terima mulai sering sidang ditunda-tunda. Sampai putusan hari ini tuntutan kami ditolak. Kami sudah menduganya,” ujar Budi.

Sidang rencananya dipimpin Ketua Majelis Hakim Ramon Wahyudi dengan Hakim Anggota Yulinda Trimurti Asih Muryati dan Nugraha Medica Prakasa. Sidang dengan nomor perkara 52/Pdt.G/2019/PN.Depok itu merupakan gugatan untuk meminta bos First Travel Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan bertanggungjawab terhadap kerugian jemaah.

Petitum gugatan itu meminta PN Depok mengabulkan gugatan para penggugat untuk seluruhnya dan menyatakan tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum. Sehingga, tergugat harus memberikan ganti rugi kepada para penggugat berupa kerugian materil sebesar Rp. 49.075.199.560.

Rinciannya, kerugian Penggugat I: Rp. 20.034.300.000; kerugian Penggugat II: Rp. 2.073.500.000; kerugian Penggugat III: Rp. 26.841.496.560; kerugian Penggugat IV: Rp. 84.000.000; dan kerugian Penggugat V: Rp. 41.903.000.

Penggugat adalah Zuherial, bersama Anny Suhartaty, Ira Faizah, Devi Kusrini, dan Ario Tedjo, menggugat First Travel ke PN Depok dengan nomor perkara 52/Pdt.G/2019/PN.DPK pada 4 Maret lalu. Mereka menggugat bos FT Andika Surachman dengan turut tergugat Kepala Kejaksaan Agung cq Kepala Kejaksaan Negeri Depok.

Pantauan, dalam putusannya ini majelis hakim menolak gugatan dengan alasan para penggugat tidak punya kedudukan hukum sebagai penggugat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *