oleh

Komunitas Jingga Harapkan Wartawan Bangun Persepsi Positif di Mata Publik

Selamat Idul Fitri 1441 H

Jakarta, TribunAsia.com – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) DKI Jakarta minta pemberitaan positif terhadap pekerja seks perempuan. Mufitasari mengharapkan melalui diskusi yang diselenggarakan Komunitas Jingga dapat terbangun persepsi positif dimata publik.

“Melalui kegiatan diskusi yang diselenggarakan komunitas jingga diharapkan dapat membangun persepsi positif tentang pekerja seks perempuan,” kata Mufi kepada TribunAsia.com, Rabu (27/11/2019).

Iklan RB

Disela-sela kegiatan yang menarik itu diikuti oleh transgender, pekerjaan seks perempuan (PSP) dan pria pekerja seks (PPS). Lanjut dia, kegiatan tersebut setidaknya mampu membangun hubungan baik dengan wartawan untuk meluruskan informasi berimbang.

“Sebenarnya ini kegiatan yang menarik dan bermanfaat karena kegiatan ini sebagai jembatan untuk membangun persepsi yang lebih positif tentang pekerja seks perempuan.

Ia menambahkan, “Teman-teman komunitas jingga sebenarnya melihat bahwa pemberitaan-pemberitaan pemberitaan terkait khususnya pekerja seks cenderung negatif tentang isu-isu memojokan perempuan,” ungkapnya dikantor Sekretariat Komunitas Jingga dibilangan Prumpung Sawah IV, Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur.

Kemudian, dia memberikan contoh pemberitaan kasus Vanessa Angel yang berpotensi memojokkan kaum perempuan. Mufi membandingkan, justru sosok pelanggan dari Vanessa Angel sepi dari pemberitaan dimedia massa.

“Dibanding dengan si pelanggannya, beritanya lebih banyak tentang Vanessa Angel, itu cenderung yang memojokkannya. Tarifnya segini dan kemudian memunculkan image yang lebih negatif terhadap PS perempuan, kalau ada beritanya itu sedikit sekali itu yang termasuk berita tidak berimbang,” tandasnya.

Namun demikian, dia juga mengingatkan kepada rekan-rekan jurnalis untuk dapat memberikan ruang pemberitaan yang humanis terhadap pekerja seks perempuan (PSP). Terlebih, tidak sedikit ditemuinya, pekerja seks perempuan berhasil membiayai sekolah anaknya hingga jenjang sarjana.

“Selain keberhasilan perempuan misalnya pekerja seks perempuan yang berhasil menyekolahkan anaknya ke jenjang sarjana . Membangun keluarganya lebih baik begitu hal-hal yang sangat humanis,” tutur dia.

Sementara, Yuli Risciani salah seorang pengurus Komunitas Jingga menyampaikan tujuan utama didirikan komunitas tersebut tak lain mendampingi rekan-rekan pekerja seks perempuan.

Sekedar informasi, saat ini diperkirakan 150 orang tercatat sebagai anggota di Komunitas Jingga dan tak kalah penting menurutnya, bagian dari struktur organisasi itu sendiri ialah mantan dari pekerja seks.

“Tadinya pengurus lapangan yang mendampingi teman-teman pekerjaan seks. Pengurus ada yg mantan pekerja seks dan memperdayaan pekerja seks, transgender,” kata dia.

Didampingi itu, Komunitas Jingga juga telah bekerja sama dengan instansi pemerintah baik dibidang Kesehatan maupun Kementerian Sosial. Adapun kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan komunitas itu diantaranya pembuatan elektronik secara massal.

“Jingga ini sudah bekerjasama dengan Kemenkes dan Kemensos itu opsi Nasional. Yang sudah bekerjasama adalah Puskesmas dan stakeholder-stakeholder lainnya seperti berkesinambungan kita bekerja sama buat KTP gratis,” sebut Yuli. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *