oleh

Faried Kenalkan Buku Kepimpinan Umat Islam yang Menggembirakan

Jakarta, TribunAsia.com – Muhammad Faried Cahyono kutip isi buku ‘Pak AR Yang Zuhud’ kemudian dia memperkenalkan buku tentang kepemimpinan umat Islam yang menggembirakan. Dalam kesempatan itu, Faried selaku penulis menjelaskan perihal akhlak dan kewajiban-kewajiban umat Islam dalam menjalankan perintah agama.

“Saya mengutip ukuran ahlak, bahwa kita berdoa setiap lima waktu. Pak AR kutu buku sehingga ajaran Islam disampaikan supaya bisa dipahami,” sebut dia dibilangan Rawa Bunga Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (25/11/2019).

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)

Buku yang berjumlah 154 halaman tersebut lengkap dengan kata pengantar dari Prof. Dr. Ahmad Syafi’i Ma’arif. Lalu dia menyampaikan, didalam penulisan bukunya, KH. H, Ahmad Dahlan berlaku sikap welas asih terhadap sesama.

Kata Faried, dalam menyiarkan agama Islam tokoh-tokoh pemimpin baik dari Muhammadiyah ataupun Nadhlatul Ulama (NU) telah menyumbangkan dalam bentuk pikiran dan keteladanannya.

KH. AR Fahruddin atau yang disapa Pak AR menurut dia mampu menjelaskan ke-Islaman dengan cara yang sederhana mudah dimengerti bahkan melalui pendekatan yang humoris.

Terlebih, dia juga mencontohkan ketika membangun fasilitas kesehatan dengan para pekerja yang membantu proses pembangunan rumah sakit tanpa membedakan agama.

“Cara penulisan yang saya lakukan itu Kiai Pak Dahlan itu welas asih. data saya dpt bukan untuk mengislamkan tetapi membangun rumah sakit itu dengan membagi dua ada yang Islam dan Kristen,” tandasnya.

Penulis yang tak lain wartawan senior itu juga mengatakan, kisah sosok Pak AR merupakan pribadi yang sederhana. Diutarakan, Faried Pak AR tidak memprioritaskan harta semasa hidupnya. Meskipun demikian, beliau hanya memiliki sebuah sepeda dan enggan memikirkan harta benda lainnya.

“Ketika pak AR sesudah bisa beli sepeda setelah itu dia tidak memikir harta,” tambahnya.

Lanjut dia, diera Pemerintah orde baru Pak AR termasuk bagian dari penasehat mantan Presiden RI, Soeharto. Selain Pak AR yang menjadi penasehat Soekarno termasuk sosok Samsul Arifin tergabung didalamnya.

“Ada dua penasehat Pak Harto Pak AR dan Syamsul Arifin,” sambung dia. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *