oleh

Warga Jatinegara Secara Swadaya Manfaatkan Lahan Kosong untuk Fasum

Jakarta, TribunAsia.com – Warga Jatinegara manfaatkan lahan kosong melalui swadaya masyarakat untuk kebutuhan fasilitas umum (fasum). Menurut Slamet Puji, rencana kedepan lahan yang berada di Jalan Rawa Badung, Kelurahan Jatinegara Kecamatan Cakung Jakarta Timur sebagai sarana kepentingan publik.

“Gagasan didirikannya fasum (fasilitas umum) adalah untuk memfasilitasi semua kegiatan dalam hal sarana dan prasarana  olahraga, taman bermain anak, lansia, sosial dan lain-lain,” ujar ketua RT 04 RW 07, Jum’at (22/11/2019).

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)

Kehadiran fasilitas umum (fasum) itu juga didukung oleh elemen masyarakat setempat. Perlu diketahui, fasilitas umum yang akan dibangun tersebut berada didalam lahan aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Gagasan mengenai fasum adalah cita-cita ketua RW, LMK, RT, kader PKK serta para tokoh masyarakat yang mana dalam hal ini di wilayah RW 07 ada lahan diknas pendidikan. Setelah kita bersurat alhamdulillah dari Dinas Pendidikan mendapatkan izin serta di buatkan MoU,” ungkap dia selaku ketua RT 04.

Lanjut dia, “Adapun kendala yang dihadapi adalah masalah pendanaan karena pembangunan fasum ini diambil dari dana swadaya,” sambungnya kepada TribunAsia.com.

Ia menambahkan, fasum yang diimpikan warga sekitar itu sendiri akan dimanfaakan sebagai sarana olahraga dan pusat  pelayanan masyarakat. Tidak hanya itu, mendatang jika pembangunan fasum terealisasi fasum maka dapat menampung kendaraan pelajar SMAN 107 dan SMKN 169 untuk lebih tertata.

“Serta perpakiran motor untuk anak-anak sekolah diwilayah tersebut, SMAN 107 dan SMKN 169,” sebut Slamet.

Hal senada juga diungkapkan oleh Aselih, Ketua RW 07 perihal fasilitas umum yang hendak dinantikan oleh warga sekitar. Ia menyampaikan, saat ini dia bersama warga setempat tengah berupaya mendirikan lahan untuk kepentingan bersama.

Aselih pun mengatakan, rencana untuk menciptakan fasum terganjal kebutuhan material. Akan tetapi, dilahan kosong tersebut pihaknya telah menyiapkan material paving block dan itu pun dinilai masih kurang mengingat lahan itu nantinya digunakan untuk sarana olahraga.

“Fasum untuk sarana olahraga. Kalau ada warga yang menikah bisa digunakan. Saat ini baru bata konblok (paving block) itupun kurang,” singkat dia. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *