oleh

Buntut, Penusukan Suporter Timnas Indonesia, Viral, #Ganyang Malaysia

Jakarta, TribunAsia.com – Kasus dugaan penusukan suporter Timnas Indonesia di Malaysia saat laga Malaysia vs Indonesia berbuntut amukan netizen yang meramaikan media sosial Twitter dengan tanda #GanyangMalaysia.

Tanda #GanyangMalaysia bahkan trending topic pagi Indonesia ini dengan 2.680 Tweets hingga berita ini diturunkan.

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)

Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, mengatakan siap membawa kasus penyerangan suporter Tim Nasional (Timnas) Indonesia di Stadion Bukit Jalil pada Selasa 19 November 2019 ke jalur hukum.

Ia mengatakan PSSI sangat tak terima dengan sikap yang dilakukan oleh para pendukung Malaysia di laga lanjutan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia tersebut.

Bahkan PSSI sangat mengutuk aksi penyerangan yang dilakukan beberapa oknum pendukung Malaysia dikala suporter Timnas Indonesia sedang mendukung sang Garuda di markas Harimau Malaya –julukan Malaysia– tersebut. Karena tak terima itulah akhirnya PSSI berniat melaporkan Malaysia ke jalur hukum.

“Kami serahkan secara hukum. Jangan kita mengomentari ini di depan publik. Pasti kami mengutuk hal demikian (tindakan anarkis suporter). Pasti kami akan tindak lanjut tapi itu bukan yang kami jadi berperang di media,” ucap Ratu, , Jumat (22/11/2019).

Komentar netizen pun beragam, Salah satu pihak yang menjadi sasaran utama kemarahan warganet Indonesia Menpora Malaysia, Mr Syed Saddiq bangsa Indonesia butuh kejelasan masalah ini. Katanya serumpun. Apanya yang serumpun jika tidak ada respek balik from you,” tulis pemilik akun Mr Jumagus dalam #Ganyang Malaysia.

Beberapa waktu lalu saat jadi korban mengoceh minta permintaan maaf. Sekarang cuma suruh korban lapor ke polisi. Shame on You!” demikian tulis @ReyLeonard.

Saddiq sebelumnya sudah memberikan respons terkait korban penusukan dari WNI di Malaysia.

“Kami akan memastikan akan ada investigasi yang transparan dan tepat. Keadilan adalah untuk semua, tidak pandang dari Malaysia atau Indonesia,” demikian komentar Saddiq dalam akun Twitternya.

Sebenarnya sebagai saudara satu rumpun seharusnya, kita bisa berdamai. Namun justru banyak pihak luar yang ingin bangsa melayu terpecah. Mereka khawatir kalau Indonesia dan malaysia åkur.

Problem kebencian antar bangsa serumpun ini sudah di pupuk lama antara orang malaysia yang dianggap arogan, oleh orang Indonesia dianggap kasar dan brutal.

Oleh karena itu hilangkan dulu persepsi negatif keduanya agar bisa bergandengan tangan. Sehingga tidak ada yang bisa mengambil keuntungan dari dua saudara serumpun. (GN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *