oleh

Marak Sinyalemen Penyuapan dan Pungli di Kota Depok

Depok, TribunAsia.com – Sejumlah pengusaha konstruksi mengeluhkan praktik pungutan liar dan kolusi di di Kota Depok. Pungli dan kolusi yang marak adalah di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Rumkim).

Mayoritas proyek konstruksi tersebut oleh sejumlah oknum dinas yang jadi orang kepercayaan pejabat sudah mintai uang yang besar kepada para pengusaha sebagai imbalan dan jaminan mendapat proyek di sistem penunjukan langsung (PL) dan sistem tender. Demikian informasi yang diberikan Fulan HN seorang pengusaha konstruksi di Kota Depok.

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)

Menanggapi praktik ini, anggota Ombudsman RI Andrianus Meliala membenarkan adanya praktik pungli dan uang muka atau uang servis seperti ini. Sebutnya, pungli sudah praktik tua dan usang yang sulit diberantas. Mantan Komisioner Kompolnas ini berjanji akan bekerjasama dengan KPK untuk membongkar pungli ini tidak hanya di Kota Depok juga diseluruh wilayah.

“Itu sudah mengarah kepada korupsi, penyuapan, atau pungli. Ombudsman menekannya melakukan kerjasama dengan KPK untuk menangani soal ini. Dalam hal ini, aparat pemerintah sudah menjadi preman proyek. Dan kontraktor pun berlomba-lomba kuat-kuatan untuk menyuap oknum  pejabat pemegang kuasa anggaran dan pekerjaan proyek ini,” ujar Meliala dilaporkan TribunAsia.com, Senin (18/11/2019).

Praktiknya, Masalahnya, oknum ini tidak satu-dua orang saja namun sudah masif dan terencana. Diakui Fulan HN, ada seorang pengusaha yang tidak jadi mendapatkan proyek lantaran tidak dapat sanggup memenuhi permintaan sejumlah uang oleh oknum penting di Unit Pelaksana Teknis (UPT) 1 dan 2 PUPR. Keikutsertaan di Badan Lelang dan Pengadaan (BLP) Kota Depok dari Disrumkim juga kandas karena tidak mampu sediakan uang seperti yang diminta.

“Saya bisa tunjukkan orangnya di PUPR dan Rumkim dan di BLP. Misalnya ini orangnya. Mas pasti kenallah. inisialnya ini D, W, A, K. Ini mereka adalah kepercayaan pejabat tinggi di Depok,” ujar Fulan HN sembari kemudian menyebutkan nama-nama mereka setelah sebelumnya meminta nama mareka diungkap dengan inisial.

Kapolres Metro Kota Depok, Kombes Pol Azis Andrianyah. (Foto : Istimewa)

Menanggapi sinyalemen pungli dan penyuapan ini Kapolres Metro Kota Depok Kombes Pol Azis Andrianyah bakal menindaklanjuti sinyalemen pungli dan penyuapan di proyek konstruksi ini. “Akan kami tindaklanjuti. Bisa juga diawali laporan kepada inspektorat daerah dan Team Saber Pungli,” ujarnya.

Keprihatinan yang sama juga ditanggapi oleh Kasi Intelijen Kejari Kota Depok Kosasih. Lelaki yang juga menjabat Wakil Ketua I Team Saber Pungli mengingatkan bahwa team ini mengantensi sial pungli dan penyuapan ini. “Sudah masuk dalam pantauan kami. Tunggu saja waktunya. Sekarang biarkan mereka kerja dulu,” sebutnya. (HIRA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *