oleh

Industri Fintech Perlu Dikelola dengan Awareness Semua Pihak

Jakarta, TribunAsia.com – Ketua harian Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) Mercy Simorangkir mengatakan terkait inovasi digital keuangan saat ini harus semakin ditingkatkan kebertanggungjawabannya dari pihak terlibat seperti pelaku industri, pemerintah, masyarakat pengguna, dan juga lembaga pendidikan. Bagi AFPI, untuk keamanan dinilai dari indikator yang diwakili oleh asosiasi dengang membuat kode etik yang sustainable (berkelanjutan).

“Memang antara perkembangan teknologi digital dengan regulasi kerja-mengejar secara beriringan. Cakupannya sangat luas. Hal ini sudah tidak bisa dielakkan. Makanya semua pihak harus punya awareness terutama industri industrinya fintech dan terutama masyarakat dapat membedakan fintech yang kredibel dan yang tidak. Untuk mengetahui perusahaan fintech yang kredibel masyarakat dapat cari tahu melalui asosiasi atau dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan), ujarnya seperti dilaporkan TribunAsia.com, Senin (18/11/2019).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Sedangkan Direktur Digital , Teknologi Informasi, dan Operasi BRI Indra Utoyo menegaskan bahwa keterlibatan dalam industri fintech tidak dapat dihindari, mau tak mau harus ikut. Sebutnya, teknologi adalah sesuatu yang netral yang dapat dibuat menjadi kemajuan positif. Teknologi membuat manajemen jauh lebih efisien.

“Ada resikonya misalnya soal data keuangan dan peribadi. Teknologi itu sendiri netral, bagaimana kita memanfaatkan kepada yang positif,” ujar Utoyo berkaitan seminar keuangan dan teknologi ‘From a Global Microfinance Pioneer to a Leading Human Capital in Financial Technology’ di BRI Institute di Jakarta, Senin (18/11).

Menyikapi pesatnya industri teknologi finansial digital, dijelaskan Rektor BRI Institute Dana Saroso sangat konsen melahirkan cendekia teknologi informasi bisnis keuangan. Semakin ingkatkan kualitas BRI Institute jadi FinTech University, BRI teken kerjasama dengan Massachusetts Institute of Technology (MIT), dan AFPI. “BRI Institute dideklarasikan sebagai ‘The First Fintech Universitas in Indonesia’ di Dies Natalis Pertama ini,” ujarnya. (HIRA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *