oleh

23 Tahun Tanah Dikuasai PT Taruma Indah, Madrais: Bersyukur Rawi Sangker di Hukum

Jakarta, TribunAsia.com – Madrais bersyukur tanah milik keluarganya dikembalikan oleh Majelis Hakim PN Jaktim setelah menjatuhi vonis terhadap Rawi Sangker. Menurut dia, selama 23 tahun lamanya tanah miliknya dikuasai PT Taruma Indah yang terdapat di Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur.

“Memuaskan-lah itu cita-cita saya dari dulu selama 23 tahun saya berjuang dari tahun 2007,” ujar ahli waris dengan rasa bahagia, Jum’at (15/11/2019).

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)

Dalam kesempatan itu, Madrais mengungkapkan rasa terimakasih kepada sang pencipta karena selama ini kata dia doanya dikabulkan. Kamis kemarin (14/11), Antonius Simbolon, SH MH menjatuhi hukuman kepada eks Direktur PT Taruma Indah, Rawi Sangker selama 1 tahun 2 bulan karena terbukti bersalah.

“Terimakasih atas kehendak Allah, saya minta saya mohon agar tersangka agar orang itu dihukum. Karena tanah saya harus dikembalikan,” kata Madrais.

Sebelumnya, Direktur PT Taruma Indah, Rawi Sangker didakwa melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud pada Pasal 266 ayat (1) KUHP, Subsidair Pasal 266 ayat (2) KUHP, lebih Subsidair Pasal 263 ayat (1) KUHP, lebih-lebih Subsidair Pasal 263 ayat (2) KUHP.

Baca Juga : Terbukti Bersalah Direktur PT Taruma Indah di Vonis 1 Tahun 2 Bulan

Duduk selaku JPU kala itu dihadiri oleh Tri Wahyu, SH dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur. Majelis Hakim PN Jaktim mengatakan, Rawi Sangker tetap berada didalam rumah tahanan negara. Namun sebaliknya, bilamana Terdakwa tidak menerima putusan itu maka dapat menempuh jalur banding.

“Terdakwa telah terbukti bersalah dan meyakinkan menjatuhkan pidana kepada (terdakwa) Rawi Sangker selama 1 tahun dan 2 bulan. Menetapkan masa tahanan dan seluruhnya dan berada didalam tahanan,” jelas pimpinan sidang.

Ia menambahkan, dalam agenda putusan tersebut Terdakwa berhak untuk menentukan sikap dalam waktu sepekan memajukan banding. Namun demikian, Majelis Hakim PN Jaktim juga memaparkan jika Terdakwa menempuh jalur banding materi hukum mendatang akan diuji di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

“Kami beritahukan hak-hak terdakwa terhadap putusan ini dapat menerima atau menentukan sikap untuk mengajukan banding. Mungkin perkara akan diuji kembali kepengadilan tertinggi,” ungkap dia dengan didampingi Dwi Dayanto, SH MH dan Ninik Anggraini, SH. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *