oleh

Sudinparbud Jaktim Akan Kembangkan Kawasan Destinasi Wisata Condet

Jakarta, TribunAsia.com – Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Timur (Sudinparbud Jaktim) Iwan Henry Wardhana akan mengembangkan kawasan destinasi wisata.

Ia mengatakan, ingin mengangkat sanggar seni dan budaya Betawi yang berada dibilangan Condet, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Kita ingin kembangkan salah satu sanggar yang ada di Condet itu. Tadi ada pagelaran seni dan budaya Betawi pertama waktu Pak Deputi Gubernur hadir disambut marawis sepanjang jalan dan pas ketika masuk tadi ada palang pintu,” ujar Iwan kepada TribunAsia.com, Sabtu (9/11/2019).

“Kami dari Suku Dinas Pariwisata mencoba menjahit kembali peran antara lingkungan yang setiap tahun perlu diadain,”  tambahnya.

Menurut dia, palang pintu adalah bagian dari penghormatan dalam budaya Betawi dan palang pintu kerap dilaksanakan ketika prosesi pernikahan. Saat itu, para tamu yang datang ke Festival Ciliwung 2 sempat disambut dengan palang pintu dan tarian khas Betawi.

“Palang pintu adalah tradisi Betawi bagaimana caranya kita menghormati tamu yang datang salah satu acara. Pada zaman dulu tradisi pernikahan Betawi kemudian ketika masuk kita disambut dengan tari tarian tari Lenggang Nyai itu salah satu seni tarian modern Betawi,” kata dia.

Kasudinparbud Jaktim saat Festival Ciliwung 2 berlangsung dirinya menyampaikan, dilokasi tersebut pernah ada penulis terkenal yang mendirikan sanggar.

Konon katanya, Firman Muntako yang telah wafat memiliki sanggar di bilangan Condet dan Iwan berjanji akan menghidupkan kembali sanggar itu karena merupakan bagian dari destinasi wisata Jaktim.

“Kita ingin kembangkan salah satu sanggar yang ada di Condet itu. itu ada almarhum Firman Muntako itu namanya dia seorang penulis besar dan dia punya sanggar kita angkat kembali di Festival Ciliwung 2,” ungkapnya.

Festival Ciliwung 2 diadakan, pihaknya juga memfasilitasi para pelaku usaha menggelar bazar. Ditenda bazar itu, diutarakan kembali Kasudin, pihaknya memberikan ruang kepada pedagang UMKM seperti makanan, minuman dan aksesoris tradisional.

“Disitu banyak lagi ada bazar-bazar kita bermain di kuliner makanan tradisional Betawi dan mengingatkan kembali seperti ada dodol Betawi banyak sekali yang disajikan tadi,” imbuhnya.

Sebelum mengakhiri, Iwan juga menerangkan Festival Ciliwung 2 menyuguhkan musik gambus dan acara berlangsung hingga malam hari dengan menampilkan hiburan bernuansa kebudayaan Betawi.

Terlebih, dia mengklaim tidak hanya penduduk Jakarta yang hadir akan tetapi wisatawan dari Jepang sempat menyaksikan acara tersebut.

“Dan sampai malam kemudian karena karena ada tradisi dikawasan religi kita kita masukkan musik gambus. Kegiatan lingkungan dan ini sangat menarik jadinya kita kembangkan apalagi wisatawan dari Jepang itu tadi datang,” tutur dia lagi. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *