oleh

Penulis Buku Biografi Muhammad Natsir, Lukman Hakiem: Pendiri NKRI

Jakarta, TribunAsia.com – Penulis Buku Biografi Muhammad Natsir, Lukman Hakiem menyampaikan, buku yang dikeluarkan pada Jum’at 8 November 2019 di kantor Sekretariat Barisan Nusantara bilangan Jatinegara, Jakarta Timur menggambarkan pemikiran salah seorang pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Lukman Hakiem mengatakan, didalam buku itu Muhammad Natsir tercatat didalam sejarah merupakan penggagas mosi integral dan mendirikan NKRI. Karena pada masa lalu, Indonesia merupakan negara bagian atau Republik Indonesia Serikat (RIS).

“Judulnya itu biografi Muhammad Natsir, kepribadian, pemikiran dan perjuangan. Biografi Ini menceritakan seorang pendiri republik ini tercatat dalam sejarah sebagai penggagas mosi integral,” jelas Lukman Hakim di Ruko Permata, Jatinegara, Sabtu (9/11/2019).

Menurut dia, bila ada yang menyerukan umat Islam anti NKRI dinilai oleh Lukman Hakim sangat keliru. Ia memaparkan, NKRI merupakan bagian dari pemikiran Muhammad Natsir yang terjadi diera tahun 1950.

“Dengan mosi integral itulah berdiri Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi, kalau menyerukan umat Islam itu anti NKRI itu keliru. NKRI itu lahir dari pemikiran Muhammad Natsir dengan mosi integralnya tanggal 3 April tahun 1950,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dikatakan dia, Soekarno  Muhammad Natsir ditunjuk langsung oleh Soekarno menjadi Perdana Menteri kala itu. Selain itu, simbol bintang segi lima menurut Lukman adalah Ketuhanan Yang Maha Esa yang terdapat di Pancasila yakni sila pertama.

“Dan karena itulah, Soekarno menunjuk Natsir sebagai perdana menteri yang kedua Muhammad Natsir itu bukan memperdebatkan substansi dan aksesoris. Jadi, bintang segi lima sebagai simbol ketuhanan yang maha esa itu gagasan Pak Natsir,” tutur dia lagi.

Namun demikian, dengan terbitnya buku tersebut, Lukman menyarankan kepada generasi penerus bangsa untuk mempelajari dan membaca biografi Muhammad Natsir. Terutama, ditujukan untuk orang-orang yang gemar membahas tentang NKRI harga mati supaya menambah wawasan.

“Pak Nasir itulah adalah penggagas konsep integral yang melahirkan NKRI. Jadi yang senang bicara NKRI harga mati itu harus bagaimana mengerti riwayat pendidikan NKRI. Mempermalukan satu orang pun tanpa meletus butir peluru dengan cara-cara yang bermartabat,” ujarnya.

Dengan memperdalam sejarah, generasi penerus dapat memahami proses terbentuknya NKRI. Oleh sebab itu, kata Lukman, jika memahami awal kelahiran NKRI tentunya secara bersama dapat menegakkan negara Indonesia.

“Generasi sekarang ini harus banyak belajar tentang sejarah, sehingga mereka mengenali proses kelahiran negara ini proses kelahiran Pancasila iyakan. Dan khusus kelahiran NKRI dengan modal itu kita kita bisa bersama-sama menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandasnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *