oleh

DPR : Menteri Agama Gagal Fokus

Jakarta, TribunAsia.com – Anggota Komisi VIII DPR RI Bukhori mengatakan Menteri Agama Fachrul Razi telah gagal fokus dalam menyusun program tahun 2020, Bukhori menilai Menteri Agama Fachrul Razi tidak memahami problem lembaganya secara utuh. Hal ini disampaikan dalam rapat perdana menteri Agama dengan komisi VIII di Gedung DPR RI Kamis, (7/11).

Lebih lanjut Ketua Poksi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyatakan bahwa persoalan korupsi di Kementerian Agama (Kemenag) saat ini sangat fundamental untuk diselesaikan.

”Pak Menteri mungkin perlu diingatkan kembali, bahwa dalam tiga masa pemerintahan Indonesia, Kementerian Agama acapkali tersandung kasus korupsi yakni kurun waktu 2001-2005 dalam kasus korupsi penyalahgunaan biaya haji dan dana abadi umat yang menyeret Menteri agama Said Agil Husin ALmunawar, kemudian 2011- 2012 terkait kasus korupsi Pengadaan Alquran dan laboratorium madrasah, kemudian 2014-2016 terkait kasus korupsi penyalahgunaan biaya haji dan dana operasional menteri yang menyeret Menteri agama lagi yakni Suryadharma Ali dan yang terjadi baru-baru saja pada 2019 terkait jual beli jabatan” ungkap Bukhori saat rapat

Bukhori menyayangkan, ditengah gentingnya upaya reformasi di tubuh Kemenag,namun tidak ada satupun program terkait pencegahan korupsi dalam daftar program prioritas Kemenag tahun 2020,

“Anehnya yang muncul di permukaan justru program menangkal radikalisme lewat moderasi beragama, padahal soal cadar, celana cingkrang itumah persoalan cemen, Pak Menteri tidak perlu ngurusin yang begituan” tambah Bukhori

Lebih lanjut Bukhori mengatakan persoalan korupsi di tubuh Kemenag itu adalah masalah fundamental yang harus diselesaikan,

“Program sebagus apapun tidak akan berhasil jika persoalan korupsi di tubuh Kemenag tidak di tuntaskan sampai ke akar-akarnya, memecat pegawai yang terbukti korupsi belum cukup, perlu pembenahan serius secara sistemik” ungkap Bukhori.

Untuk itu Bukhori berharap Menteri Agama Fachrul Razi tidak mengikuti jejak pendahulunya yang terlibat korupsi.

“Perlu ada evaluasi menyeluruh di internal Kemenag sehingga Pak Menteri tidak gagal paham dalam menyusun program kerja prioritas apa yang akan dijalankan Kemenag tahun 2020” tegas Bukhori.

Diakhir pernyataannya Bukhori pun melantunkan pantun,

“Burung angsa pandai berenang

Di air beriak dan air teduh

Kalau bangsa sudah tenang

Pak menag jangan membikin gaduh” pantun pun disambut tawa peserta Rapat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *