oleh

Gusur Warga Puri Intan Semena-mena, Gedung Santri UIN Kemenag Malah Diduga Tak Berizin

Tangerang Selatan, TribunAsia.com – Sempat mendapat penolakan warga Puri Intan, sebelum UIN bersama Kemenag RI melakukan penggusuran yang tidak manusiawi lantaran tudingan Warga Puri Intan tidak bisa membuktikan kepemilikan atas lahan di tanah yang sudah terbeli sejak 1978 melalui yayasan YPMII.

Bukan berdasarkan itu saja, UIN dan Kemenag beranggapan jika warga Puri Intan selain tidak mampu memiliki keabsahan surat kepemilikan tanah yang ditempati, rumah-rumah yang dirikan juga tidak memiliki surat izin bangunannya.

Pasca pengambil alihan oleh UIN dan Kemenag RI dengan melakukan penggusuran pemukiman warga Puri Intan dan saat ini, perumahan yang sempat porak poranda akibat eksekusi oleh pihak UIN dan Kemenag RI sekarang telah berubah menjadi gedung bertingkat 2,  lucunya bangunan yang sudah mencapai 90% selesai tersebut belum juga mengantongi izin dari dinas terkait yang dikeluarkan oleh pemerintahan Kota Tangerang Selatan.

Apakah karena berdiri dilahan sendiri, dan merupakan lahan perbonding yang dikuasakan oleh negara melalui kemenag RI dan UIN sebagai pelaksana proyek sehingga perizinan tidak dianggap penting, seperti mengusir warga Puri Intan tanpa belas kasih dan semena mena karena memiliki kekuasaan absolut atas lahan yang diperkarakan warga Puri Intan.

Diketahui gedung yang berdiri di Jalan Tarumanegara, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur yang berlokasi di RT.04/RW.17 ternyata berdiri tanpa papan nama perizinan yang dikeluarkan oleh dinas terkait (DPMTPSP) pemkot Tangerang Selatan, bahkan tidak ada satu pun pekerja proyek bangunan milik UIN dan Kemenag RI pengganti perumahan Puri Intan menjawab hampir seluruh pekerja bungkam seolah ketakutan.

Saat disinggung proyek ini sudah berlangsung lama sementara izin belum ada sejak pembongkaran paksa perumahan Puri Intan tak ada satupun yang bisa menjawab pasti tentang proyek yang sudah berjalan.

“Saya tidak tau pak, kita saja yang kerjakan selama ini hanya itu , ya! Kadang banyak datang pegawai dari UIN, gedung ini diperuntukkan untuk asrama Putri nantinya,” ujar petugas bagian pengurukkan tanah yang diperintahkan dari sekolah Muntajah di Cabe ilir.

“Coba saja pak ke gedung UIN tanyakan saja Pak Encep mungkin beliau tau” ujar Warno (45) bukan nama sebenarnya meminta wartawan ke gedung UIN pertama seraya menunjukan fotonya Encep.

“Jika semua bungkam apalagi saya mas!  jika ditanyakan soal IMB dan Izin amdal saya tidak paham mas, saya hanya karyawan proyek,” jelasnya.

Lurah Pisangan TB Apriliandhi Kusuma saat ditemui di kantornya hanya diam bahkan menghindar ketika wartawan menanyakan perihal gedung bangunan baru berlantai 2 milik UIN dan Kemenag pengganti perumahan Warga Puri Intan yang tergusur tahun lalu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *